Ridwan Kamil Curhat Soal Pantai Penuh Sampah sampai Hiu Makan Plastik

JawaPos.com – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menggulirkan program waste to gold atau sampah jadi emas di Jawa Barat. Pemerintah Provinsi Jawa Barat bekerjasa sama dengan PT Pegadaian untuk bersinergi menuntaskan masalah sampah.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan pihaknya secara informal bersama PT Pegadaian, adanya program mengkonversi sampah menjadi emas. Sampah yang diterima yakni bekas air minum kemasan atau plastik yang sifatnya industrial.

“Bukan kresek, nanti ditampung oleh bank sampah yang didirikan, ditulis berapa kilonya dan dikonversi dengan gram emas. Kalau rajin ujung-ujungnya bisa menikah dengan (hasil)’sampah yang dikumpulkan,” kata Ridwan Kamil di Gedung Sate Bandung, Jumat (1/2).

Dalam rencana Waste to Gold ini akan digulirkan untuk pertama kali di Kabupaten Pangandaran. Karena Pangandaran ini objek wisata yang banyak diminati sehingga akan mengundang banyak wisatawan.

“Karena kami prihatin pantai-pantai pariwisata hampir 80 persen (penuh) sampah plastik, kan ada kasus ikan paus di Sulawesi. Maka secara resmi program ini dimulai di Pangandaran karena pengunjungnya dan banyak yang nyampah dan biasnaya plastik konsumsi,” jelasnya.

Sebelumnya melalui akun Instagramnya @ridwankamil menggungguh soal waste to gold. Dalam keterangan unggahnya bahwa sampah jadi emas, warga Jawa Barat untuk siap-siap, sambil mengurangi penggunaan plastik untuk belanja, jika ada sampah plastik industri yang sudah jadi sampah seperti botol plastik minuman dan lain-lain. Sekarang bisa ditukar menjadi harta berbentuk Emas (Waste to Gold) melalui PT Pegadaian yang hobi mengatasi masalah tanpa masalah.

“Be smart, bisa jadi modal mas kawin pas nikah kan?. Hasil dari setoran itu akan didaur ulang atau dibeli oleh perusahaan energi yang bisa mengurai senyawa plastik menjadi bahan bakar solar. Mari jadikan jabar yang bersih dan ramah lingkungan. Lokasi pertama akan dimulai di kawasan pariwisata Pangandaran. Jabar sedang ngabret menuju #JabarJuara,” tukas @ridwankamil.

Editor           : Bintang Pradewo

Reporter      : Siti Fatonah