Ribut Soal HP, Seorang Kena Tusuk Hingga Kritis

Penikaman yang diduga menggunakan pisau ini terjadi di kompleks Sakura Garden belakang Jupiter, Jumat (5/1) sekitar pukul 14.30 WIT. Aksi brutal terjadi ini diduga karena pelaku kesal handphonenya hilang dan menuduh korban yang mengambilnya.

Sempat terjadi adu mulut, pelaku kemudian nekat menikam korban. Pelaku langsung melarikan diri, sementara korban yang menderita luka akibat tikaman oleh warga dilarikan ke RSUD Sele Be Solu untuk mendapatkan pertolongan medis.

Ilustrasi penikaman
(Dok.RADAR MALANG ONLINE)

Saksi Musa H yang membawa korban ke RSUD Sele Be Solu menggunakan motor mengatakan, korban ditikam oleh pria berbadan besar dan tinggi.

“Pelakunya berciri-cirinya tinggi, kejadian di Sakura Garden di belakang Jupiter,” kata Musa yang ditemui di RSUD Sele Be Solu, seperti dikutip Radar Sorong (Jawa Pos Group), Minggu (7/1).

Keluarga korban yang tidak terima kejadian yang menimpa Jhony, langsung melaporkan kejadian tersebut di Polsek Sorong Timur.

Dari keterangan yang didapat dari keluarga korban, pihak kepolisian dari Polsek Sorong Timur langsung melakukan pengejaran pelaku dipimpin langsung Kanit Reskrim Polsek Sorong Timur, Iptu Muhadi,SH.

Pencarian dilakukan di beberapa lokasi diantaranya sekitar lokasi kejadian penikaman di belakang Jupiter, kompleks Harapan Indah dan kompleks Arteri.

Pelaku ditangkap di depan Hotel Klabra Km 10. Beberapa orang dari keluarga korban yang ikut mencari pelaku terlihat emosi dan ingin membalas dendam.

Bahkan, ada salah satu dari keluarga korban yang emosi dan mengatakan bahwa mereka akan mematahkan kaki pelaku.

Pelaku diringkus di depan Hotel Klabra Km 10, selanjutnya dititipkan di rutan Mapolres Sorong Kota.

Dugaan sementara yang memicu terjadinya penikaman lanjut Kanit Reskrim, dikarenakan pelaku mencurigai korban yang menghilangkan HP miliknya.

“Untuk sementara dikenakan pasal 351 KUHP tentang penganiayaan. Diduga menggunakan pisau dari keterangan saksi, namun dari keterangan pelaku menggunakan gunting,” jelas Muhadi.

Kanit Reskrim mengatakan, menurut informasi dari kerabatnya, pelaku memiliki catatan criminal dan baru sekitar 6 bulan lalu keluar dari tahanan Lapas Kelas II B Sorong karena kasus penganiayaan.

Sementara itu, Jhony korban penikaman masih berada di ruang IGD RSUD Sele Be Solu dalam kondisi kritis karena mengalami luka tikaman benda tajam di bagian dada kanan. “Ukuran luka lebar 4 cm, dalam 5 cm,” jelas Muhadi.


(nas/jpg/JPC)