Ribuan Peserta Ikut Gebyar Prolanis di Jambuluwuk

KOTA BATU – Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Malang menggelar acara Gebyar Prolanis dengan diikuti peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Namun, acara ini dikhususkan bagi mereka yang tergabung dalam klub Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis).

Prolanis merupakan sistem pelayanan kesehatan dan pendekatan proaktif terhadap peserta JKN-KIS yang menderita penyakit kronis, seperti diabetes mellitus dan hipertensi. Untuk mencapai kualitas hidup yang optimal dengan biaya pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien.

Kegiatan ini diadakan di Jambuluwuk Batu Resort, Jalan Trunojoyo, Kecamatan Batu, kemarin (20/5) dengan diikuti oleh 1.189 peserta. Mereka dari seratus klub Prolanis se-Malang Raya. Di sana kegiatan dimulai semenjak pukul 06.00–12.00 WIB. Dimulai dengan senam bersama, edukasi tentang kesehatan, pemeriksaan kesehatan, dan serangkaian lomba.

Kepala Unit Manajemen Pelayanan Kesehatan Primer BPJS Kesehatan Cabang Malang dr Eka Yuni K. menyatakan, melalui kegiatan ini, pihaknya ingin mempromosikan betapa murah dan mudahnya menerapkan pola hidup sehat.

”Cukup dengan melakukan senam setiap pagi, kita sudah meningkatkan kebugaran dan sistem imun sehingga tidak mudah sakit,” ujarnya.

Dia melanjutkan, dengan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berperilaku sehat sehari-hari diharapkan jumlah peserta yang sakit bisa menurun. Pembiayaan pelayanan kesehatan pun dapat dialokasikan ke program promotif preventif. Agar menjaga masyarakat tetap sehat.

Pada kesempatan tersebut, BPJS Kesehatan juga memperkenalkan Mobile Screening. Itu sebagai salah satu fitur dalam aplikasi BPJS Kesehatan mobile yang sangat berguna untuk mendeteksi risiko penyakit kronis sejak dini. Peserta dapat mengunduh aplikasi BPJS Kesehatan Mobile di Google Play Store.

Setelah itu, melakukan registrasi dengan mengisi data diri yang dibutuhkan. Setelah terdaftar dan mengklik tombol log in, peserta dapat memilih menu Skrining Riwayat Kesehatan.

Kemudian peserta akan diminta mengisi sejumlah pertanyaan yang terdiri atas kebiasaan dan aktivitas sehari-hari, penyakit yang pernah diderita, riwayat penyakit dalam keluarga peserta, dan pola makan peserta. Apabila semua pertanyaan tersebut telah dijawab, maka peserta akan memperoleh hasil Skrining Riwayat Kesehatan pada saat itu pula.

”Melalui aplikasi tersebut, kami berharap, peserta JKN-KIS dapat lebih aware untuk melakukan pemeriksaan riwayat kesehatannya. Semakin dini peserta mengetahui risiko kesehatannya, semakin cepat upaya pengelolaan risiko itu dilakukan, sehingga jumlah penderita penyakit kronis dapat menurun,” imbuh Eka.

Pewarta: Bahrul Marzuki
Penyunting: Didik Harianto