Ribuan Lulusan SD Kota Batu Ditolak Masuk SMPN, Kenapa?

BERJUBELAN: Peserta PPDB antren daftar di SMPN 1 Batu, beberapa waktu lalau.

KOTA BATU – Ribuan lulusan sekolah dasar (SD)/ madrasah ibtidaiyah (MI) Batu ”ditolak” masuk SMP negeri. Penyebabnya adalah mereka tak lolos seleksi penerimaan peserta didik baru (PPDB) yang diumumkan serentak kemarin (17/6).

Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan Kota Batu, jumlah lulusan SD/MI se-Kota Batu tahun ini mencapai 3.197 siswa. Sedangkan jumlah kursi di SMPN Kota Batu hanya 1.274 kursi. Praktis, ada 1.923 siswa yang tak kebagian kursi di sekolah plat merah tersebut. Jumlah ini dengan asumsi semua lulusan tahun 2017 melanjutkan ke sekolah negeri Kota Batu (selengkapnya baca grafis).

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kota Batu Barokah Santoso menyatakan, kuota yang ditetapkan di SMPN memang terbatas. Hal itu membuat peserta harus melalui seleksi ketat untuk bisa masuk sekolah negeri. Seperti di sekolahnya, sekitar 300 kursi diperebutkan oleh 640 siswa yang mendaftar.

”Di sekolah kami, setengah pendaftar nggak bisa diterima, karena seleksinya memang ketat,” kata Barokah Santoso saat ditemui di kantornya kemarin.

Menurutnya, rata-rata yang tidak diterima di sekolah negeri tersebut karena faktor nilai. Yaitu, nilainya tidak memungkinkan atau tidak bisa bersaing dengan siswa lain.

”(Tidak diterima di sekolah negeri) Bukan karena apa-apa, memang nilainya nggak nutut (tidak mampu bersaing),” ucap pria yang juga menjadi kepala SMPN 02 Batu ini.

Tak hanya itu, dia melanjutkan, pihaknya juga membantah jika hal tersebut juga disebabkan ”serbuan” pendaftar dari luar kota. Sebab, tahun ini hanya sebanyak 128 siswa luar daerah yang mendaftarkan diri. ”Yang diterima hanya 56 siswa,” tandasnya.

Pewarta: Dian Kristiana
Penyunting: Imam Nasrodin
Copy Editor: Arief Rohman
Foto: Rubianto