Ribuan APK Liar Pemilu 2019 di Kota Batu Bakal Didaur Ulang

KOTA BATU – Selama Pemilu 2019, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Batu mencatat ada kurang lebih 600 pelanggaran administrasi Pemilu 2019. Pelanggaran terbanyak adalah terkait pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) yang tidak sesuai dengan mekanisme. Tercatat saat ini ada 2.331 APK yang menumpuk di Kantor Bawaslu.

“Ya memang selama Pemilu 2019 pelanggaran dominan adalah administratif sebanyak 600-an kasus. Pelanggaran itu terbanyak melanggar mekanisme APK. Selain itu pelanggaran-pelanggaran lain jumlahnya kecil,” terang Kepala Bawaslu Kota Batu, Abdur Rochman, Minggu (16/6).

Mulai dari APK berbentuk banner hingga spanduk yang menumpuk saat ini rencananya akan diberikan Komunitas Bank Sampah Kartini Srjati Kota Batu. “Iya rencananya akan dibuat sebagai kerajinan, tapi kita masih nunggu intruksi provinsi, karena itu ada hubungannya dengan dana kampanye masing-masing caleg,” tegas Rochim.

Sementara itu, Ketua Komunitas Bank Sampah Kartini Sejati Kota Batu, Dwi Harining Setyowati mengatakan memang sudah punya rencana memanfaatkan limbah APK Pemilu. Mengingat limbah ini sangat mengganggu pemandangan dan alangkah baiknya jika dapat bermanfaat.

“Kami berinisiatif untuk mengolah limbah itu menjadi kerajinan hiasan rumah, tas belanja, maupun barang rumah tangga lain yang bernilai,” ungkapnya pada radarmalang.id.



Saat ini tercatat sekitar 90 bank sampah dengan anggota 4500 anggota di 24 desa/kelurahan.”Kami siap jika nanti Bawaslu menyerahkan limbah APK yang ada untuk dibuat ketrampilan. Namun yang menjadi kendala adalah sarana jahit,” bebernya.

Menurutnya, untuk daur ulang seperti bahan dari banner membutuhkan alat jahit yang khusus. Pihaknya berharap dinas terkait seperti Diskoperindag atau DLH bisa memberikan bantuan alat jahit tersebut. Sehingga limbah APK bisa dimanfaatkan sebagai kerajinan tangan.

Pewarta: Rida Ayu
Foto: Dok JPRM
Penyunting: Fia