Revitalisasi Lahan Apel, Siapkan Rp 345 Juta

KOTA BATU – Revitalisasi lahan pertanian menjadi salah satu program utama yang diusung Dinas Pertanian Kota Batu tahun ini. Khususnya untuk lahan pertanian apel yang saat ini berada dalam kondisi kritis karena penggunaan bahan kimia yang berlebihan. Sekretaris Dinas Pertanian Kota Batu Yayat Supriatna menjelaskan bila unsur hara di lahan pertanian apel saat ini hanya berkisar di angka 0,04 persen, dari standar 5 persen unsur C organik (nilai kesuburan tanah).

”Dari permasalahan itulah kami setiap tahun melakukan revitalisasi. Di tahun ini kami menganggarkan Rp 345 juta untuk pupuk organik,” ujarnya. Dia lantas merinci total luas lahan pertanian apel di Kota Batu saat ini berkisar di angka 1.800–2.000 hektare. Setiap hektare lahan memiliki 1.200-an pohon. Menurut dia, setiap pohon membutuhkan pupuk organik sebanyak 60 kg per tahun.

”Total anggaran tahun ini kami alokasikan untuk 36 ton pupuk organik. Jumlah itu memang tidak cukup untuk seluruh lahan karena terbatasnya anggaran,” bebernya. Karena itu, bantuan pupuk organik akan dibagi ke gabungan kelompok tani (gapoktan) di 24 desa/kelurahan. Gapoktan selanjutnya bakal membagi bantuan tersebut kepada kelompok tani (poktan). ”Kemungkinan pada triwulan kedua bisa mulai kami berikan bantuan itu,” tambah Yayat.

Dibandingkan tahun lalu, bantuan pupuk organik dari Pemkot Batu memang lebih sedikit. Lantaran, tahun 2018 lalu dinas pertanian menggelontorkan dana sekitar Rp 500 juta.

Penurunan anggaran tersebut disebabkan pembagian bantuan untuk pengembangan komoditas pertanian lainnya. ”Setidaknya untuk revitalisasi lahan pertanian apel memang tak bisa secara menyeluruh. Kami targetkan setiap tahun ada 1 hektare lahan apel yang direvitalisasi,” pungkasnya.



Pewarta : Miftahul Huda
Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Bayu Mulya
Fotografer : Rubianto