Review Samsung Galaxy A70: Seri A Paling Wah, Sayang Nggak Ada NFC

JawaPos.com – Setelah Galaxy S, seri Galaxy A juga menjadi lini yang paling serius digarap Samsung. Berduyun-duyun sejak awal 2019, Samsung malahan tercatat getol merilis handset smartphone seri A ke pasaran, termasuk pasar Indonesia. Sebagaimana diketahui, seri A dari keluarga smartphone Samsung Galaxy menduduki peringkat ketiga setelah seri S dan seri Note untuk lini produk mereka.

Bicara soal Galaxy seri A, handset paling baru yakni awal Ramadan lalu, tepatnya pada 7 Mei. Samsung Indonesia menghadirkan Galaxy A70, kelas paling wah dari keluarga Galaxy A yang ada di Indonesia saat ini. Samsung Galaxy A70 diklaim menjanjikan performa mumpuni. Tak hanya itu, aspek gaya dengan desain kekinian ditambah dengan keandalan kameranya juga membuat perangkat ini semakin menggoda untuk dibeli. Lantas bagaimana kemampuan smartphone ini? Berikut JawaPos.com berikan ulasannya.

Kelengkapan Paket Pembelian

Dimulai dari aspek kelengkapan produk, handset Samsung tentu tak boleh diragukan. Samsung jelas membekali produknya dengan paket pembelian yang lengkap. Ini penting. Sebab, menurut kami, yang juga menempatkan diri sebagai konsumen, aspek kelengkapan bisa menjadi urusan serius untuk kesan pertama pembeli. Kelengkapan produk yang tersedia dan ditata dengan baik jelas bakal menjadi nilai lebih bagi produsen dalam hal ini vendor smartphone.



Untuk kelengkapan sendiri, Samsung Galaxy A70 di Indonesia mendapat sentuhan desain boks berwarna putih cerah. Jika masih ingat, kemasan Galaxy A70 sama seperti kemasan Galaxy A50 yang sudah pernah kami ulas sebelumnya. Pada bagian depan langsung tercermin wujud perangkat dengan beberapa informasi penting di bagian belakang boksnya. Material boks penjualannya cukup kuat dengan bahan karton tebal.

Smartphone Samsung Galaxy A70. (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Seperti sudah disinggung di atas, ini adalah perangkat Samsung. Jangan tanya soal kelengkapan paket penjualannya. Jika dibandingkan dengan merek kompetitor Tiongkok yang sering kali terkesan abai terhadap aspek kelengkapan pembelian di dalam boks-nya, lain lagi dengan Samsung. Kitab-kitab pendukung beserta kartu garansi, kabel konektor daya dan transfer data Type-C, kepala charger, earphone, serta SIM Ejector hadir menemani penjualan Samsung Galaxy A70. Pada perangkat Galaxy A70 ada yang unik. Kabelnya yang berfungsi sebagai transfer data dan daya melenggang dengan kepala Type-C juga. Jadi kabelnya adalah kabel C to C. Artinya, pada perangkat kepala charger-nya juga tertanam slot USB Type-C.

Soal aksesori lainnya seperti case dan antigores tambahan memang tidak hadir. Tapi tenang, lagi-lagi ini adalah produk Samsung. Aksesori aftermarket akan sangat banyak ditemui dan melimpah di pasaran. Berbeda dengan handset lainnya yang mungkin akan sedikit sulit ditemukan di pasaran untuk urusan aksesorinya.

Desain dan Layar

Selanjutnya dari aspek desain. Ada kesan berbeda ketika pertama kali melihat kemudian menggenggam Samsung Galaxy A70. Ya, perangkat ini terkesan lebih bongsor ketimbang perangkat Galaxy A50. Layar lebih besar cenderung memanjang membuat perangkat ini tampak jangkung alias tinggi.

Mirip dengan Galaxy A50, desain yang dibawa Samsung Galaxy A70 terkesan mewah. Layar penuh dengan casing belakang mengkilap ala seri flagship Galaxy S10 terbaru, benar-benar membuat perangkat ini terlihat mewah. Warna mengkilapnya juga tidak pasaran seperti perangkat Tiongkok yang bagi sebagian orang terkesan norak. Warna-warna Samsung Galaxy A70 terbilang kalem.

Materialnya memang plastik polycarbonate, namun sentuhan pengecatan yang detail membuat casing bagian belakang tampak khas bagaikan menggunakan material keramik seperti pada seri S10 terbaru. Oh iya, kami hampir lupa, Samsung Galaxy A70 meluncur ke pasar dengan tiga pilihan warna. Ada warna hitam, biru, dan putih. Semua warna tersebut memiliki keunggulan masing-masing dengan kesan mewah yang ikonik. Sementara perangkat yang kami jajal berwarna hitam.

Samsung Galaxy A70 pada bagian depan ada layar penuh 6,7 inci berdesain invinity-v dengan bezel yang menurut kami sangat tipis. Layar Samsung Galaxy A70 sendiri bermaterial Super AMOLED capacitive touchscreen 16M colors. Ini tentu menambah kesan ala flagship S10 terbaru dengan output tampilan yang mengesankan untuk ponsel kelas menengah dari Samsung. Samsung Galaxy A70 membawa kemampuan layar FHD Plus (1.080 x 2.400 piksel) dengan 20:9 aspek rasio dan kerapatan piksel 393 ppi. Fitur ketahanan layar didukung dengan balutan Corning Gorilla Glass 3.

Beralih ke bagian belakang, ada tiga buah kamera utama disusun secara vertikal. Lagi-lagi konsep tersebut mengingatkan kami pada desain Galaxy A50. Di bawah kamera ada LED Flash untuk beberapa kebutuhan foto dan video tambahan. Seperti sudah dijelaskan di atas, bagian belakangnya mengkilap. Selain kamera dan LED Flash, bagian belakang terkesan polos. Hanya terdapat logo Samsung di bagian tengah dengan kesan mengkilap yang memantulkan warna pelangi jika dilihat dari sudut tertentu kala tersorot cahaya.

Samsung Galaxy A70 menyematkan sensor sidik jari di bagian layar. Ya, sensor sidik jarinya berada di depan, tepatnya di balik panel layar AMOLED. Konsep ini bahasa kerennya adalah in screen fingerprint yang berada di bagian bawah layar. Sebuah konsep kekinian yang akhirnya dibawa Samsung ke seri yang lebih murah setelah perdana hadir untuk Galaxy S10 Series kini hadir pada Galaxy A50 dan A70.

Masih dari aspek desain, Samsung Galaxy A70 cukup berhasil membuat kami terkesan. Meski ukurannya lebih dari 6,4 inci dan terkesan jangkung, kami berani katakan bahwa handset ini nyaman digenggam. Lebar dan tingginya tak menjadi masalah serius kala digenggam, ukuran segitu tetap bisa dikendalikan dengan penggunaan satu tangan. Ketipisan menjadi kuncinya. Perangkat ini hadir dengan ketebalan 7,9 mm saja.

Selain itu yang membuat phablet ini menjadi nyaman digenggam dengan satu tangan adalah sisi-sisinya yang didesain dengan halus dan melengkung serta tidak tajam. Jadi walaupun mengusung layar jangkung dengan dimensi perangkat 164,3 x 76,7 x 7,9 mm, handset ini tetap ramah tangan. Keunggulan layarnya lagi adalah saat menonton film, bermain game atau membaca e-book. Berkat layarnya yang luas, pengguna tentunya semakin puas dengan ketiga fungsi yang kami sebutkan tadi.

Samsung Galaxy A70 pada sisi kirinya terdapat slot SIM-Card dan MicroSD yang bisa ditampung semua dalam satu laci. Laci tempat menyimpan SIM-Card dan MicroSD-nya dapat menelan dua kartu SIM dan satu MicroSD sekaligus dalam satu tempat atau Dedicated Slot. Selain slot SIM-Card dan MicroSD, di sisi kiri polos. Sementara pada tepi bagian kanannya terdapat tombol volume ‘Up and Down’, serta tombol power tepat di bagian bawah tombol volume. Di bagian bawah ada jack headphone, slot USB Type-C, lubang speaker, dan microphone untuk kebutuhan menelepon. Sementara bagian atas juga hampir polos.

Samsung Galaxy A70
Smartphone Samsung Galaxy A70. (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Secara keseluruhan, Samsung Galaxy A70 dari aspek desain dan layar bolehlah diberi acungan dua jempol. Pengalaman ketika menggunakan smartphone ini di bawah terpaan sinar matahari langsung, layarnya tampil dengan sangat baik. Jelas saja, materialnya AMOLED. Soal resolusi dan ketajaman tak perlu diragukan. Namun agar lebih maksimal tentu harus mengatur tingkat kecerahan alias brightness ke mode penuh atau maksimal.

Interaksi di dalam layar juga sangat baik. Responsif ditambah dengan pengalaman sentuh yang halus. Pada bagian depannya tidak ada tombol fisik. Fungsi tombol Home, Recent Apps, dan Back, tersedia menyatu dalam layar sebagai tombol virtual serta tak lupa sensor pemindai sidik jarinya di area layar.

Performa

Usai dari aspek kelengkapan produk, desain, dan layar, sampailah pada aspek penting lainnya, yakni sektor performa. Dari sektor performa, Samsung Galaxy A70 berbeda dengan Galaxy A50. Jika Galaxy A50 membawa bekal prosesor bikinan mereka sendiri, yakni prosesor Octa-core (4×2,3 GHz Cortex-A73 & 4×1,7 GHz Cortex-A53) Exynos 9610 dengan fabrikasi 10 nm yang ditopang pengolah grafis atau GPU Mali-G72 MP3, lain halnya dengan Galaxy A70.

Samsung Galaxy A70 untuk sektor performa dipercayakan kepada prosesor bikinan Qualcomm. Qualcomm Snapdragon 675 dengan fabrikasi 11 nm Octa-core (2×2.0 GHz Kryo 460 Gold & 6×1.7 GHz Kryo 460 Silver) dan padanan pengolah grafis (GPU) Adreno 612 dipercaya menenagai handset Samsung ini. Sektor jeroannya juga semakin gahar dengan padanan RAM dan ROM 6/128 GB. Untuk pasar Indonesia, hanya varian itu yang tersedia dengan banderol harga Rp 5,8 juta. Dengan padanan prosesor dan GPU tersebut, perangkat ini sanggup melibas kebutuhan grafis tinggi untuk bermain game berat.

Untuk sistem operasinya, Samsung Galaxy A70 secara default terlahir dengan sistem Android dengan versi 9 atau Android Pie. Sistem operasi atau OS Android Pie pada Samsung Galaxy A70 sendiri sudah hadir dengan antarmuka atau user interface (UI) bernama One UI. Samsung One UI digadang-gadang dapat meningkatkan pengalaman pengguna bersama perangkat. Samsung One UI juga diklaim dapat mendorong produktivitas dan fokus pengguna dengan one handed navigation yang membuat interaksi lebih mudah dikontrol dalam jangkauan satu tangan saja.

Untuk performa selain menggunakannya sehari-hari, seperti biasa kami menyimulasikan dalam uji benchmark dengan aplikasi sintetis. Meski tidak merepresentasikan penggunaan sehari-hari, uji benchmark lewat aplikasi populer juga menjadi tolok ukur konsumen dalam memutuskan pembelian sebuah perangkat smartphone.

Untuk hasil simulasi menggunakan aplikasi populer AnTuTu Benchmark dan AnTuTu 3D Bench, Samsung Galaxy A70 mampu menghasilkan perolehan skor keseluruhan dengan angka 170199, lebih besar dari perolehan skor Galaxy A50 yang hanya 147708. Sementara untuk hasil pengujian menggunakan PC Mark (Work 2.0 Performance), Samsung Galaxy A70 berhasil membukukan skor sebesar 7403. Lagi-lagi lebih besar dari Galaxy A50 yang hanya memperoleh skor 5962. Dengan perolehan skor benchmark segitu, wajar jika Galaxy A70 dijual lebih mahal dari Galaxy A50. Klaim Samsung soal perangkat ini lebih bertenaga dari pendahulunya, Galaxy A50, juga terbukti.

Gaming

Membuktikan keandalan performa dan jeroan perangkat yang bersangkutan, kurang lengkap rasanya jika tak diajak bekerja keras untuk kebutuhan gaming. Mau main apa? Semua game bisa dilibas dengan mudah oleh perangkat ini. Hal tersebut diawali dengan membuka game First Person Shooter (FPS) populer PlayerUnknown’s Battlegrounds versi mobile atau PUBG Mobile dengan aliran RPG. Mengatasi kebutuhan tembak menembak, berlari, mengendarai kendaraan, lari dari kejaran musuh, handset Galaxy A70 mampu mengatasinya tanpa kendala.

Uji coba game PUBG mobile dengan Samsung Galaxy A70. (Screenshot/Rian Alfianto/JawaPos.com)

Masuk lebih dalam, pengaturan grafis mampu kami buat ‘rata kanan’ alias mentok di setting-an paling tinggi semua. Benar saja, performa berjalan halus tanpa kendala dan gejala frame per second (fps) yang drop. Benar-benar halus. Ditambah dengan sokongan layar AMOLED membuat kami dapat memenangkan permainan dengan mudah. Layar lebar, performa halus dengan seting grafis ‘ultra’ pada game PUBG benar-benar membuat smartphone ini patut dibanggakan. Bayangkan, grafisnya mampu menyentuh setting-an ‘ultra’ hanya dengan smartphone menengah pada harga Rp 5 jutaan.

Game PUBG Mobile belum cukup menggambarkan performa game? Tenang, masih ada game lainnya yang kami jajal. Sebut saja game Multiplayer Online Battle Arena (MOBA) Arena of Valor (AOV), game racing Garena Speed Drifters, Asphalt 9 atau Need For Speed No Limits, rasanya tetap halus. Berjalan dengan sangat smooth tanpa kendala apa pun dengan pengaturan grafis lagi-lagi kami buat rata kanan. Top, kami suka.

Masih menyoroti aspek performa. Meski bisa diandalkan dengan jeroan yang sanggup diajak ‘ngebut’ dibuktikan dengan gaming yang lancar tanpa kendala, bagi kami Galaxy A70 ada yang kurang. Yakni, fitur Near Field Communication (NFC) yang membuat kami merasa ada yang kurang dari perangkat ini. NFC pada Galaxy A70 hanya hadir di pasar global saja alias beberapa pasar tertentu.

Untuk pasar Indonesia, fitur tersebut absen. Sangat disayangkan. Padahal Galaxy A70 ini memegang dapuk sebagai perangkat paling wah dari keluarga Galaxy A saat ini. Bagi kami ini satu kemunduran. Pasalnya beberapa tahun lalu, dengan harga yang sama untuk keluarga Galaxy A terdahulu, konsumen sudah bisa membawa pulang fitur penting NFC.

Fitur NFC sendiri banyak manfaatnya. Sudah pernah kami ulas sebelumnya. Salah satu yang paling berguna adalah untuk membantu memudahkan layanan keuangan digital yang sedang tren belakangan ini. Dengan fitur tersebut, isi ulang kartu uang elektronik dan transaksi perbankan lainnya yang melibatkan smartphone akan menjadi lebih mudah dengan satu ‘tap’ saja.

Uji coba game PUBG mobile dengan Samsung Galaxy A70. (Screenshot/Rian Alfianto/JawaPos.com)

Baterai

Selanjutnya adalah urusan daya baterai. Samsung Galaxy A70 hadir dengan baterai yang terbilang besar yakni 4.500 mAh. Cukup besar meski belum sampai 5.000 mAh seperti keluarga lainnya pada Galaxy M20. Meski begitu, kebutuhan mengawal kegiatan harian dengan perangkat ini cukup andal. Hal tersebut didukung pula dengan kemampuan pengisian daya cepat atau fast charging 25 W.

Samsung Galaxy A70 untuk sektor daya sanggup bertahan hingga seharian penuh bahkan lebih pada penggunaan normal. Dalam hal ini menjalankan aktivitas media sosial dan bermain game dengan intensitas yang tidak terlalu tinggi. Namun jika digunakan full untuk bekerja, menjalankan banyak aplikasi chatting, sosial media, bermain game, menonton video, dan mendengar musik streaming, Samsung Galaxy A70 hanya sanggup bertahan dari pagi sampai malam. Jika dihitung dengan aktivitas jam-jaman, handset mampu bertahan dalam penggunaan intensif dari pukul 9 pagi sampai dengan jam 12 malam dengan sisa daya menunjukan angka 20 persen.

Catatan kami, baterainya dari nol persen hingga 100 persen sanggup terisi dalam waktu sekira satu jam setengah lebih. Selain penggunaan nyata, konsumsi daya juga kami simulasikan dalam aplikasi benchmark daya sintetis PC Mark (Wor 2.0 Battery Life). Berdasarkan aplikasi tersebut, Samsung Galaxy A70 sanggup berjalan nonstop penggunaan dengan catatan baterai selama 15 jam 27 menit.

Keamanan

Aspek selanjutnya dari Samsung Galaxy A70 adalah keamanan. Samsung Galaxy A70 hadir dengan sistem keamanan yang cukup lengkap. Smartphone ini dibekali dengan pilihan keamanan standard seperti PIN dan pola. Sementara untuk fitur keamanan biometrik, perangkat ditambahkan dengan fitur face ID dan fingerprint yang terletak di balik layar.

Pada perangkat Samsung Galaxy A70 kami suka ketika menggunakan fitur face ID atau pengenalan wajah. Responsnya sangat cepat didukung dengan sensor perangkat yang memungkinkan pengguna cukup mengarahkan perangkat langsung ke wajah untuk membuka kunci tanpa menyentuh layar atau tombol kunci terlebih dahulu. Fitur ini mampu bekerja sangat baik dengan deteksi wajah dari segala sisi yang akurat.

Fitur keamanan juga sangat responsif dalam keadaan tanpa cahaya sekali pun. Sistem akan dengan cekatan menyalakan layar dalam mode sangat terang serupa cahaya flash jika ingin membuka kunci smartphone dalam keadaan gelap gulita. Fitur tersebut adalah fitur auto dimming. ‘Cekrek’, kunci terbuka dalam hitungan sepersekian detik. Menariknya, teknologi tersebut aktif secara otomatis ketika sistem mendeteksi cahaya dirasa minim.

Sementara untuk fingerprint-nya, kendati kekinian dengan meletakannya di balik panel layar, kami kurang suka dengan responsnya yang tak seberapa cepat. Hal tersebut berlaku jika dibandingkan dengan pemindai sidik jari konvensional dengan panel fisik. Dibutuhkan waktu kurang lebih 2-3 detik untuk membuka perangkat. Respons pindainya pun tidak luas. Jari harus diletakkan benar-benar pas di area sentuh sidik jari. Jika meleset, perangkat tidak akan terbuka.

Samsung Galaxy A70 juga sudah membawa fitur always on display. Ketika perangkat terkunci, pengguna bisa tahu di mana letak area pindai sidik jari yang menyala berwarna hijau di area layar. Fitur double tap pun bisa menghidupkan perangkat untuk membuka kunci via face ID atau fingerprint.

Samsung Galaxy A70
Smartphone Samsung Galaxy A70. (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Kamera

Untuk sektor kamera, seperti sudah kami beritakan sebelumnya, Samsung Galaxy A70 menjagokan tiga buah kamera utama sekaligus di bagian belakang. Rinciannya, untuk kamera utama memiliki sensor 32 MP dengan aperture f/2.0. Sensor kedua ada kamera 8 MP dengan aperture f/2.2 untuk sensor ultra-wide. Terakhir adalah kamera ultra-wide 5 MP bukaan f/2.2 untuk penginderaan kedalaman. Sementara pada bagian depan, Samsung Galaxy A70 juga memiliki kamera 32 MP dengan aperture f/2.0 dan fokus tetap untuk kebutuhan selfie.

Pengalaman kami menggunakan kamera Samsung Galaxy A70 sangat puas. Lihat saja ukuran dan kombinasi kameranya. Apalagi smartphone ini diklaim cocok untuk generasi milenial yang suka membuat konten yang butuh kamera ditambah dengan kemudahan perangkat mobile.

UI kamera Samsung Galaxy A70 sangat khas. Simple, namun tak merepotkan pengguna dengan simbol-simbol yang sulit dibaca. Pada orientasi pemotretan portrait, di bagian atas ketika kamera utama dinyalakan ada pilihan mode Bixby Vision sebagai asisten kamera pintar. Kemudian ada augmented reality (AR) emoji untuk kebutuhan mengambil gambar animasi serta beberapa mode lainnya, seperti setting, LED flash, timer, rasio, dan filter.

Sementara bagian tengah ada pilihan gambar dengan sensor kedalaman dan lensa wide lengkap dengan scene optimizer untuk optimalisasi gambar secara otomatis. Berada di bawahnya ada mode-mode yang bisa dipilih. Sebut saja mode panorama, pro, live focus, photo, video, slow motion, dan hypelapse. Beberapa fitur dan mode yang sama juga berlaku untuk kamera depan.

Selain performa jeroan yang ditingkatkan, aspek kamera juga menjadi salah satu yang ditonjolkan Samsung untuk perangkat Galaxy A70-nya itu. Kami lagi-lagi suka dengan hasil jepretan Samsung Galaxy A70 yang bagus. Hasil bidik sangat rapih, baik di dalam maupun di luar ruangan. Foto tersaji detail dan ketajaman yang mendekati sempurna dengan pancaran warna yang juga terbilang natural dan tidak berlebihan.

Adapun bila digunakan pada ruang dengan kondisi cahaya minim, hasil bidik juga menghasilkan gambar yang baik. Hal tersebut terjadi lantaran apertur kamera utama perangkat ini yang sudah cukup besar yakni f/2.0. Dengan angka segitu, sudah jelas perangkat mampu menghasilkan gambar yang baik pada kondisi cahaya minim, tanpa bantuan LED Flash tentunya.

Lensa wide-nya juga demikian. Bagi kamu fotografer landscape yang gemar memotret objek perkotaan atau yang menginginkan area tangkap gambar lebih luas untuk kebutuhan video bisa mengandalkan perangkat ini. Sayangnya, Samsung Galaxy A70 belum dibekali dengan kemampuan perekaman video 4K atau UHD dan mentok di pengaturan video FHD Plus saja. Sementara untuk kamera depan, hasil bidiknya bagi yang gemar selfie, smartphone ini juga bisa diandalkan. Hasil foto tersaji dengan detail, jernih, dan natural. Contoh hasil foto dengan kamera Samsung Galaxy A70 bisa dilihat pada akhir artikel ini.

Kesimpulan

Sampai kepada kesimpulan. Menggunakan smartphone Samsung Galaxy A70 kami bilang mirip dengan Galaxy A50. Sangat puas dengan konfigurasi yang ditingkatkan. Sebut saja performa, upgrade sensor kamera, dan baterai. Desain kekinian, performa menakjubkan untuk segmen yang dituju juga mengingatkan kami soal rasa smartphone flagship mereka, Galaxy S10 Series.

Terlepas dari berbagai keunggulan perangkat setelah merasakan langsung performanya, seperti sudah kami singgung di atas, perangkat ini kurang fitur NFC. Sayang seribu sayang, jagoan performa, kamera, dan desainnya harus kurang lantaran absennya fitur NFC untuk pasar Indonesia. Padahal, fitur NFC di Indonesia malahan sudah hadir pada segmen smartphone entry-level. Akan lebih lengkap rasanya jika Galaxy A70 di Indonesia juga dibekali fitur NFC. Selebihnya, smartphone ini sangat layak untuk dimiliki untuk kategori harga Rp 5 jutaan.