Retribusi Mblendes, Target PAD Dikoreksi

KOTA BATU – Komitmen menaikkan pendapatan asli daerah (PAD) agaknya masih menjadi janji yang belum bisa dibuktikan tahun ini. Buktinya, target pendapatan yang dipatok dalam Perubahan (P)-APBD 2018 hanya naik tipis. Bahkan beberapa pos pemasukan yang sebelumnya diharapkan bisa meningkat, targetnya malah dikoreksi turun.

Seperti pendapatan dari sektor retribusi, di APBD 2018 murni ditargetkan Rp 11,3 miliar, namun setelah perubahan anggaran keuangan (PAK), justru turun menjadi Rp 9,3 miliar. Begitu juga untuk pemasukan daerah dari pendapatan lain-lain yang sah, dari sebelumnya ditargetkan bisa mengisi pundi daerah hingga Rp 18,3 miliar, setelah dibahas eksekutif dan dewan malah turun menjadi Rp 16,5 miliar.

Jika melihat pemasukan retribusi yang sudah dikumpulkan Pemkot Batu hingga akhir Juli lalu, hasilnya bisa dibilang mengecewakan. Meski sudah memasuki bulan ke-7, rata-rata pendapatan dari sektor ini masih jauh di bawah 50 persen. Seperti retribusi parkir di tepi jalan umum yang baru masuk Rp 183,7 juta (12,5 persen), retribusi layanan kesehatan Rp 277,6 juta (29,3 persen), atau retribusi pengurusan izin mendirikan bangunan (IMB) yang baru mendapatkan pemasukan Rp 695 juta (19,3 persen).

Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso mengakui, target beberapa sektor penyumbang PAD diturunkan. Hal itu karena ada beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) penghasil yang mengumpulkan retribusi mblendes atau tidak sesuai dalam merealisasikan target. Padahal, dia melanjutkan, potensi yang ada di Kota Batu sekarang ini terus berkembang. ”Nanti akan ada evaluasi dan hearing tersendiri untuk membahas masalah ini. Apa yang menjadi penyebabnya, kenapa retribusi tidak bisa naik targetnya,” ungkap dia.

Punjul juga ingin mencari tahu mengapa hasil perolehan parkir di tepi jalan umum kecil. ”Padahal di Pasar Batu atau kawasan alun-alun selalu ramai oleh kendaraan pengunjung,” ungkap wawali dua periode ini. Seharusnya, Punjul melanjutkan, potensi ini bisa untuk menggenjot PAD dari sektor retribusi.

”IMB juga demikian, harus bisa maksimal lagi. Termasuk retribusi rumah potong hewan dan juga retribusi layanan kesehatan,” kata dia. Menurut dia, masing-masing OPD harus bisa menggenjot target yang diperoleh di sisi waktu tiga bulan ini.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Batu Cahyo Edi Purnomo menyatakan, OPD harus bekerja lebih keras lagi. Selain itu, ke depannya harus bisa membuat perencanaan yang lebih konkret dalam mewujudkan target yang sudah ditetapkan. Menurut dia, turunnya beberapa pendapatan seperti retribusi setelah P-APBD ini adalah keseriusan dalam membuat perencanaan. ”Perencanaan dan eksekusinya tidak matang, ini harus dibenahi,” singkat politikus dari Fraksi PDI Perjuangan itu.

Ketua Komisi C DPRD Kota Batu Didik Machmud menyatakan, harus ada evaluasi kenapa ada penurunan di beberapa sektor pendapatan. Hal ini tidak hanya diserahkan pada OPD yang bersangkutan, namun tim anggaran pemerintah daerah harus membuat kajian dan analisis. ”Apa yang menyebabkan turun? Apakah karena sistem, regulasi, atau penempatan sumber daya manusia (SDM) yang kurang tepat?” ungkap politikus dari Fraksi Partai Golkar itu.

Didik melanjutkan, jangan sampai setiap tahun selalu tidak memenuhi target. ”Butuh keseriusan bersama, bagaimana untuk langkah ke depan. Jangan sampai target pemasukan yang harusnya naik, malah turun terus,” ungkap dia. Menurut Didik, untuk peningkatan pendapatan pajak sudah bagus, namun untuk retribusi yang harus mendapatkan perhatian lebih.

Pewarta: Aris Dwi Kuncoro
Copy Editor: Amalia
Penyunting: Ahmad Yani
Grafis: Andhi Wira Setya