Respons Penurunan Bunga, Korporasi Incar Dana Murah di Pasar Modal

JawaPos.com – Langkah Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuan direspons pelaku usaha. Sejumlah korporasi diperkirakan akan menggarap peluang menghimpun dana murah di pasar modal untuk mendukung ekspansi bisnisnya. Langkah itu setidaknya diyakini PT Mitra Pinasthika Mustika Finance (MPMFinance) yang berencana melakukan penawaran umum obligasi ke publik senilai Rp 800 miliar.

Sebagaimana diketahui, guna menggerakkan perekonomian, BI baru saja memutuskan untuk melonggarkan kebijakan dengan menurunkan BI 7-day Reverse Repo Rate, yang biasa dikenal dengan suku bunga acuan menjadi 5 persen dari sebelumnya 5,5 persen. Ini merupakan penurunan kedua kali dimana pada Juli 2019 BI juga telah menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin.

Chief Executive Officer (CEO) MPMFinance Johny Kandono mengungkapkan bahwa industri pembiayaan masih memiliki prospek yang cukup baik menyusul pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih cukup bagus, terutama didukung konsumsi dan investasi pemerintah serta konsumsi masyarakat. Selain itu, pertumbuhan pasar otomotif di Indonesia yang masih menjanjikan sebagai salah satu pasar otomotif terbesar di ASEAN.

“Kami optimistis kinerja Perseroan terus bertumbuh. Capaian laba bersih hingga 31 Maret 2019 tercatat sebesar Rp 37,0 miliar, naik Rp 21,2 miliar atau 134,79 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2018 yang tercatat Rp 15,8 miliar,” ucap Johny dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (23/08).



Naiknya laba berih didukung oleh kenaikan pendapatan yang tercatat sebesar Rp 77,9 miliar atau tumbuh 21,42 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2018.

Dalam rangka penerbitan Obligasi ini, Perseroan telah memperoleh hasil pemeringkatan AA(idn) dari
PT Fitch Ratings Indonesia. Johny Kandano menjelaskan Obligasi ini terdiri dari Seri A yang diterbitkan dengan jangka waktu 3 tahun, Seri B yang diterbitkan dengan jangka waktu 4 tahun dan Seri C yang diterbitkan dalam jangka waktu 5 tahun.

Johny menyebut dana yang diperoleh dari hasil penerbitan obligasi ini seluruhnya akan dipergunakan  perseroan untuk modal kerja, serta sebagai bentuk diversifikasi sumber dana dalam mendapatkan pendanaan yang paling efektif sesuai dengan kondisi pasar dan kebutuhan Perseroan.

Masa penawaran awal (bookbuilding) akan dilakukan pada tanggal 21 Agustus – 3 September 2019, dan perkiraan Masa Penawaran Umum diselenggarakan pada tanggal 16 – 17 September 2019.

Sedangkan tanggal penjatahan pada 18 September 2019, tanggal pembayaran dari investor pada 19 September 2019, dan tanggal pembayaran dana emisi sekaligus distribusi obligasi pada 20 September 2019, dengan listing di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 23 September 2019.

Editor : Mohamad Nur Asikin