Respons Anak Buah Prabowo soal Jokowi Masuk The Muslim 500

La Nyalla Diminta Hentikan Polemik Sudutkan Gerindra - JPNN.COM

RADAR MALANG ONLINE, JAKARTA – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono mencibir masuknya nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam The Muslim 500 versi The Royal Islamic Strategic Studies Centre. Arief tetap meyakini Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto merupakan idola muslim tanah air.

Menurut Arief, tidak ada kejelasan kriteria yang digunakan The Royal Islamic Strategic Studies Centre untuk menilai Jokowi. Apalagi Jokowi bisa masuk urutan ke-16 dalam daftar itu.

“Mungkin saja karena memang Indonesia adalah negara yang penduduknya mayoritas Islam yang sangat toleran. Walaupun terkadang pemerintahan Joko Widodo menilai saudara-sauadara yang muslim ketika melakukan aksi demontrasi untuk menuntut keadilan dan menegakkan hukum dianggap gerakan radikal,” ucap Arief kepada RADAR MALANG ONLINE, di Jakarta pada Selasa (17/4).

Baca juga: Jokowi Jadi Tokoh Muslim Dunia, Modal Penting untuk Pilpres

Aktivis buruh itu menambahkan, sejak reformasi bergulir tak pernah ada kelompok-kelompok muslim melakukan kerusuhan saat menggelar demonstrasi. Sebaliknya, kata Arief, mereka berdemontrasi secara santun.

Bagaimana dengan analisis pengamat bahwa masuknya nama Jokowi dalam The Muslim 500 akan membuat rivalnya kesulitan menyerang dengan isu agama? Arief yang juga anak buah Prabowo di Gerindta memandang hal itu tak ada kaitannya.

Arief juga tidak sependapat bila ada yang membandingkan masuknya nama Jokowi dalam The Muslim 500 membuat Prabowo tertinggal dalam konteks mendekati pemilih muslim jelang Pilpres 2019. Menurut Arief, keberpihakan Prabowo terhadap Islam tak perlu disangsikan.

“Itu cuman penilaian pengamat yang enggak kompenten. Kalau Pak Prabowo sih, sudah pasti menjadi idolanya masyarakat muslim. Keberpihakan beliau dalam melakukan perjuangan untuk negara yang mayoritas beragama Islam sudah tidak disangsikan lagi,” pungkasnya.(fat/jpnn)