Resmi Melantai Di Bursa, Saham Hermina Malah Turun 2,7 Persen

Ilustrasi Gedung Bursa Efek Indonesia

Perseroan melepas sebanyak 351,38 juta lembar saham atau sekitar 11,8 persen dari modal ditempatkan dan disetor. Adapun harga saham pada pencatatan perdana ditetapkan pada harga Rp3.700 per saham.

Pada debut perdananya, saham HEAL turun 2,7 persen atau 100 poin ke level Rp3.600 dari harga pembukaan Rp3.700. Saham HEAL ditransaksikan sebanyak 71 kali dengan volume sebanyak 1.807 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp667,25 juta

Direktur Utama Medikaloka Hermina Hasmoro memaparkan, selama masa penawaran yang dilakukan pada tanggal 8-11 Mei 2018, penawaran saham perseroan mengalami kelebihan permintaan (oversubscribe) hingga 29 kali dari investor ritel.

“Dengan kode saham HEAL yang dalam Bahasa Inggris memiliki arti menyembuhkan. Jadi ini cocok dengan usaha rumah sakit yang membantu menyembuhkan pasien. Dengan visi tumbuh sehat dan berumur panjang, perusahaan berkomitmen akan selalu memberikan nilai tambah kepada pemegang saham,” kata dia di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (16/5).

Lewat IPO ini, perusahaan menargetkan dapat meraih dana Rp1,3 triliun. Adapun dana tersebut akan digunakan untuk penambahan rumah sakit baru sebesar 25 persen, dan pembelian alat medis sebesar 25 persen.



Perusahaan juga akan menggunakan sebanyak 38 persen untuk pelunasan seluruh utang perseroan dengan PT DBS Indonesia dan medium term notes I Medikaloka Hermina tahun 2017 serta sebanyak 12 persen untuk pembiayaan kebutuhan operasional lainnya.

Penjamin pelaksana emisi efek dalam aksi korporasi Hermina ini, antara lain PR Citigroup Sekuritas Indonesia, PT Credit Suisse Sekuritas Indonesia, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia dan PT Mandiri Sekuritas.

Sementara yang berperan menjadi penjamin emisi efek, antara lain Artha Sekuritas Indonesia, Indosurya Bersinar Sekuritas, Megenta Kapital Sekuritas Indonesia, NH Korindo Sekuritas Indonesia, Orix Sekuritas, Panin Sekuritas, Philip Sekuritas Indonesia, Shinhan Sekuritas Indonesia dan Wanteg Sekuritas.

Sebagai informasi, kinerja keuangan, perusahaan membukukan pertumbuhan kinerja yang baik dengan total pendapatan sebesar Rp2,7 triliun dan EBITDA sebesar Rp574,9 miliar pada tahun fiskal 2017. Dalam tiga tahun terakhir.


(mys/JPC)