Resmi, Arema FC Coret Jad Noureddine

Merosotnya performa Arema FC akhirnya memakan korban. Bek berkebangsaan Lebanon, Jad Noureddine, jadi pemain pertama yang harus angkat kaki dari Arema FC pada bursa transfer tengah musim ini.

MALANG KOTA – Merosotnya performa Arema FC akhirnya memakan korban. Bek berkebangsaan Lebanon, Jad Noureddine, jadi pemain pertama yang harus angkat kaki dari Arema FC pada bursa transfer tengah musim ini.

Keputusan untuk mencoret Jad diambil manajemen klub berlogo kepala singa itu kemarin (24/7). ”Itu keputusan bersama, dari evaluasi. Tidak hanya saat tim terpuruk, namun dari evaluasi yang kami lakukan dari pertandingan ke pertandingan,” kata General Manager Arema FC Ruddy Widodo.

Sebelum keputusan pencoretan itu diambil, kemarin Ruddy memanggil Jad dan pelatih kepala Arema FC Aji Santoso. ”Kami sudah bertemu. Pada prinsipnya, secara teknis dia tidak ada masalah. Hanya masalah nonteknis saja,” kata dia.

Masalah nonteknis itu terkait berapa angka kompensasi yang mesti dibayar Arema FC untuk Jad. ”Ini yang masih belum ketemu. Kami punya perhitungan sendiri. Dia (Jad) juga,” kata dia. Dia berharap, dalam satu atau dua hari ke depan, masalah kompensasi ini bisa terselesaikan.

Yang jelas, pencoretan Jad ini memang bukan sesuatu yang mengejutkan. Apalagi, belakangan Singo Edan sudah mendatangkan bek asal Australia Brent Griffiths.



Brent memang belum diikat kontrak oleh manajemen Arema FC. Tapi, Brent disebut-sebut tinggal selangkah lagi bergabung dengan Singo Edan. ”Harus sesuai prosedur. Tes medis dan semuanya harus dilakukan,” ujar dia.

Setelah mencoret Jad, satu hal yang mungkin dinanti adalah keputusan Arema FC soal Juan Pablo Pino. Seperti diketahui, pemain berstatus marquee player itu memang belum menunjukkan potensi terbaiknya selama bergabung dengan Arema FC.

Tapi, Widodo menyebutkan, Pino layak untuk diberi kesempatan. ”Perkembangan terakhir Pino semakin bagus,” kata dia. Seperti saat melawan Semen Padang lalu. Meski Arema kalah 2-0, Pino terlihat sudah bisa beradaptasi dengan gaya bermain Singo Edan. Beberapa kali Pino memeragakan umpan dan dribel menawan.

”Saya pikir, masalah dia itu hanya komunikasi dan fisik saja,” ungkap dia.

Seperti diketahui, Pino hanya bsia berkomunikasi dengan bahasa Portugis dan Perancis. Bila komunikasi sudah bagus, pun demikian dengan fisiknya. Manajemen yakin Pino bisa memberikan kontribusi besar terhadap tim. Tapi, bagaimana bila tidak sesuai harapan?
Apalagi, manajemen sendiri memang tidak menggaransi tetap mempertahankan Pino atau tidak. ”Bisa ya, bisa tidak,” ujar dia.

Pewarta : Aris Dwi Kuncoro
Penyunting : Indra Mufarendra
Copy Editor : Arief Rohman