Resahkan Warga, Dua Perampok Sadis Ditembak Mati

Kasus Perampokan

RADAR MALANG ONLINE – Jajaran Polres Ogan Komering Ulu Timur (OKUT) menembak dua perampok sadis lantaran melawan petugas saat hendak ditangkap, Minggu (10/6). Mereka adalah Aladin, 40, warga Desa Melati Agung Kecamatan SS III Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKUT), Sumsel dan Romlan, 42, warga Desa Wonotirto Kecamatan Blitang 1 Kabupaten OKU, Sumsel.

Kedua perampok ini meresahkan warga OKUT karena telah berulang kali melakukan perampokan sadis terhadap bos karet, bos sapi dan beberapa bos lainnya.

Kapolres OKUT, AKBP Erlin Tangjaya mengatakan penangkapan dua perampok sadis ini berawal dari penangkapan tersangka Jumali, 37, yang merupakan satu komplotan dengan kedua tersangka.
Jumali menerangkan bahwa komplotannya berisi delapan orang yakni Aladin, 40, Romlan, 42, Yono, 33, Argentina, 35, Tamam, 35, Aji dan Kowi.

Kemudian pihaknya melakukan pengembangan terhadap pelaku Romlan. Pada Minggu (10/6). Pelaku Romlan berhasil ditemukan beserta rekannya Yono, 33. Saat akan ditangkap Romlan melakukan perlawanan hingga akhirnya ditembak.

“Tersangka meninggal saat akan dibawa ke rumah sakit,” katanya saat dihubungi RADAR MALANG ONLINE, Minggu (10/6).

Dilanjutkannya, petugas pun melakukan pengembang terhadap pelaku Aladin dengan dibantu unit Jatanras Polda Sumsel, pihaknya juga berhasil menangkap Aladin di rumahnya. Tersangka Aladin juga melakukan perlawanan kepada pihak kepolisian, sehingga terpaksa harus ditembak hingga tersangka pun tewas.

“Jadi dari total 8 tersangka yang tertangkap yakni sebanyak 4 orang dan 4 orang lagi masuk Daftar Pencarian Orang (DPO),” terangnya.

Keempat yang masih buron ini yaitu Argentina, Tamam, Aji, dan Kowi. Dari penangkapan empat tersangka, pihaknya berhasil menyita sejumlah barang bukti yakni satu pucuk senpira, 20 butir peluru aktif, 6 butir amunisi aktif, 4 buah selongsong, 4 buah telepon genggam, satu buah BPKB dan STNK, serta dua unit motor.

“Tercatat di kami perampok sadis itu telah beroperasi sebanyak tiga kali, dan bulai Mei sudah melakukan dua kali aksi,” ujarnya

Seperti diketahui, dua perampok ini bersama tiga rekannya melakukan aksi rampok pada 5 Juni 2018 lalu. Kali ini yang menjadi korban yakni Priyo Wicaksono, 33, Desa Metro Rejo Kecamatan Buay madang

Dalam kejadian tersebut, Wahyu didatangi lima orang dan langsung menodongkan senjata mereka. Akibat adanya perampokan tersebut Wahyu harus kehilangan uang sebesar Rp 24 juta, emas sebesar dua suku dan lain sebagainya.

(lim/JPC)