Replika Hewan dari Ban Bekas Banjir Pesanan

KEPANJEN – Memasuki pelataran rumah Supriatna di Gang Teratai, Kelurahan Cepokomulyo, Kecamatan Kepanjen, tak ubahnya taman bermain. Maklum saja, ada cukup banyak miniatur hewan dengan warna-warna mencolok yang ada di halaman rumahnya. Saat diamati, semuanya berbahan baku ban bekas yang telah dimodifikasi. Mulai dari buaya, burung, kelinci, kadal, kura-kura, kalajengking, gorila, dan banyak lagi.

Meski awalnya hanya menyalurkan hobi, kini Supriatna mulai kebanjiran pesanan miniatur hewan dari ban bekas. ”Ada yang dari sekolah, perusahaan, ataupun instansi yang minta dibuatkan miniatur, kebanyakan dalam bentuk hewan,” kata pria yang akrab disapa Nana itu. Dia mulai mendapat order sejak karyanya sering di-upload ke media sosial oleh warga atau orang-orang yang kebetulan melintas dan berswafoto di depan rumahnya.

Satu replika hewan dia hargai mulai Rp 100 ribu–Rp 3 juta untuk ukuran yang besar. ”Tergantung tingkat kesulitan dan banyaknya ban bekas yang digunakan,” terang Nana. Selain di Malang Raya, pesanan replika hewan buatan Nana juga dipesan sampai Bandung.

Yang teranyar, Nana baru saja menyelesaikan beberapa replika hewan seperti gorila, naga terbang, biawak, kelinci, dan buaya dengan ukuran besar. ”Kalau dalam waktu dekat ini saya mau fokus untuk bikin burung sebanyak-banyaknya, supaya bisa dijadikan suvenir atau syukur-syukur bisa dijual juga,” katanya.

Tak hanya dipajang, replika hewan tersebut biasanya juga digunakan bermain untuk anak-anak di sekitar tempat tinggalnya.



Selain membuat replika hewan dari ban bekas, rumah Nana sekarang juga menjadi jujukan bagi anak-anak sekolah, mulai dari TK hingga SMP untuk studi banding. Mereka kebanyakan datang untuk belajar soal pengolahan sampah agar bisa menjadi barang yang masih bisa digunakan kembali. ”Ya sering anak-anak sekolah belajar di sini, biasanya belajar untuk mengelola barang bekas yang masih bisa dimanfaatkan,” jelas pria berusia 53 tahun tersebut. Atas keterampilannya tersebut, kini Nana juga diminta untuk mengajar ilmu daur ulang tiap satu minggu sekali di SMP Negeri 4 Kepanjen.

Pewarta: Farik Fajarwati
Copy Editor: Amalia
Penyunting: Ahmad Yani
Foto: Bayu Eka Novanta