Rentenir ”Jajah” Klojen, Blimbing, Kedungkandang

Peta gerakan rentenir sebenarnya sudah terdeteksi sejak lama. Mereka begitu aktif ke pasar-pasar. Namun, selama ini belum ada solusi untuk memberantasnya. Dari data yang diungkap BPR Tugu Artha, daerah ”kekuasaan” rentenir di tiga kecamatan. Yakni, Blimbing, Klojen, dan Kedungkandang. Banyak warga yang terjerat utang ke ”bank cicilan awan” alias bank titil itu.

Direktur BPR Tugu Artha Nyimas Nunin Anisah menyebut, di tiga kecamatan itu yang memiliki jumlah korban bank titil cukup banyak. ”Saya kira cukup merata meski dari pantauan, yang ada banyak di tiga daerah itu,” ujar Nunin.

Data itu, Nunin menambahkan, didapatkan dari hasil survei BPR Tugu Artha. Memang belum ada data pasti jumlah rentenir atau bank titil di Kota Malang. Dia mengakui, paling banyak ada bank titil di pasar.

Ini sama dengan pernyataan Kepala Dinas Perdagangan Kota Malang Wahyu Setianto yang mengatakan, bank titil sudah menjadi pemandangan umum di pasar. Wahyu sendiri memastikan ada 50 persen dari sekitar 9 ribu pedagang di 28 pasar yang jadi ”pasien” bank titil.

Jika skema Ojir ini diterapkan di pasar, pemkot rencananya meminta kepala pasar ikut mengawasi. Jadi, Pemkot Malang yakin dalam waktu tak sampai lima tahun jumlah lintah darat itu turun drastis. ”Secara bertahap, skema penyertaan modalnya memang puluhan miliar rupiah. Namun, 2020 nanti, dananya Rp 2,5 miliar dulu yang dikucurkan. Pasti pinjamannya nol persen bunga,” tegas Nunin.

Dia mengatakan, dana Rp 2,5 miliar ini lebih baik diberikan pada UMKM yang terjerat utang. Saat ini BPR Tugu Artha sendiri memiliki aset hingga Rp 21 miliar dengan penyertaan modal pinjaman sebesar Rp 11,2 miliar. ”Di Malang ini, angka kredit tumbuh hingga 11 persen,” jelasnya.

Dia berjanji, sejak di-launching sudah bisa disalurkan pada nasabah yang siap mengikuti program Ojir ini. ”Pencairan dana ini dilakukan dalam masa kerja 10 hari. Tercatat, mulai dari administrasi hingga pencairan. Tidak akan telat, maksimal ya 10 hari itu,” jelas dia.

Jika di bank titil atau pinjaman online tak butuh waktu 10 hari, bahkan hanya 1 hari saja sudah cair. Asal ada kartu tanda penduduk (KTP) atau jaminan lain. Lantas mengapa proses pencairan di BPR Tugu Artha cukup lama?

”Kami mencegah risiko. Karena sistemnya trust (percaya), kami butuh verifikasi detail oleh Baznas. Kalau bisa sehari, ya tidak masalah dicairkan. Makanya, maksimal itu 10 hari tadi,” tandas dia. 

Pewarta : Sandra Desi
Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Abdul Muntholib