Remaja Tersangka Pembunuhan Begal Gondanglegi Tak Ditahan

KEPANJEN – Kasus kematian seorang begal yang menghasilkan tersangka remaja 17 tahun, ZA menemui babak baru. ZA disebut Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung tidak bakal ditahan.

Ujung menuturkan, ZA tidak ditahan karena masih berstatus pelajar. “Ini demi masa depannya, selain itu juga pertimbangan alasan pembelaan diri dalam melakukan perbuatannya,” ungkap Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung.

Walau berstatus pelajar, ZA tetap harus menjalani wajib lapor dalam waktu yang ditetapkan. “Waktunya akan diatur di luar jam sekolahnya,” lanjut Ujung.

Za yang dikenakan wajib lapor sudah diatur jadwalnya agar tidak menganggu sekolahnya.

Ujung juga memahami motif tersangka ZA yang terpaksa melakukan penikaman hingga menyebabkan korban yang yang notabene begal, meninggal. Aksi membela diri dari tindak kejahatan ini diatur dalam undang-undang kategori pembelaan diri atau noodweer sebagaimana dalam pasal 49 KUHP.



“Hal ini dipertimbangkan oleh hakim, pembelaan diri juga ada syarat-syaratnya antara lain ada serangan lebih dulu dari korban. Juga proporsional antara serangan dan pembelaan diri,” papar Ujung.

Ditambah peraturan non subtitusi, artinya tidak ada pilihan lain saat peristiwa terjadi, misalnya dibunuh atau membunuh.

Berdasarkan isi berkas perkara yang disajikan penyidik, hakim di pengadilan nanti juga yang bakal memutuskan apakah perbuatan tersangka masuk kategori pasal 49 KUHP yang merupakan alasan pembenar sehingga bisa saja tersangka dibebaskan oleh Hakim.

“Jadi kewenangan penuh untuk memutus bersalah apa tidak ada di hakim, kami hanya melakukan penyidikan,” tutupnya.

Hingga kini, 2 orang teman dari begal yang meninggal juga sudah ditangkap oleh Polres Malang. Mereka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Pewarta: Elfran Vido
Foto: Humas Polres Malang
Penyunting: Fia