Relaksasi LTV Gairahkan Properti

JawaPos.com – Sinyal properti pada semester kedua tahun ini makin positif. Para pengembang pun tidak ragu lagi meluncurkan produk baru mereka. Selasa (24/9) PT Pondok Tjandra Indah menawarkan 50 unit rumah baru cluster Topaz ke pasaran. Dua klaster sebelumnya, Opal dan Ruby, dijadwalkan serah terima pada tahun depan dan 2021.

Komisaris PT Pondok Tjandra Indah Jenny Sugiharto menyatakan, kebijakan pemerintah kian menggairahkan sektor properti. Salah satunya adalah relaksasi aturan loan to value (LTV). Sejalan dengan penurunan suku bunga acuan, beberapa perbankan juga menurunkan suku bunga kredit.

“Terendah, ada perbankan yang mematok suku bunga 6,75 persen yang berlaku fixed hingga tiga tahun,” katanya.

Jenny mengungkapkan, mayoritas konsumen Pondok Tjandra Indah bertransaksi dengan memanfaatkan kredit perbankan. Persentasenya sekitar 70 persen. Dengan penurunan suku bunga KPR, sebagian pembeli memilih segera melunasi uang muka agar bisa akad kredit.

“Apalagi, sebagian besar pembeli kami end user. Tipe rumah yang paling diminati adalah yang besar,” jelasnya.

Kemarin Pondok Tjandra Indah meluncurkan 50 unit rumah dengan total luas bangunan 110 meter persegi. Rumah dua lantai itu berdiri di atas lahan seluas 90 meter persegi. Pembelian hunian anyar tersebut diawali dengan skema nomor urut pemesanan (NUP).

“Rencananya, pelaksanaan NUP pada 6 Oktober 2019. Kami optimistis satu hari itu semuanya habis terjual,” tegas Direktur Pondok Tjandra Indah Edward Sugiharto.

Sejak Mei lalu, Pondok Tjandra Indah terhubung dengan middle east ring road (MERR) untuk satu sisi jalan. Kini Edward menunggu penyelesaian proyek di sisi jalan yang lain. Infrastruktur itu akan membuat kinerja penjualan Pondok Tjandra Indah makin gemilang.

Tahun lalu Pondok Tjandra Indah memasarkan cluster Opal dan Ruby. Masing-masing berjumlah 250 unit. Serah terima Opal bakal bertahap pada Oktober 2020, sedangkan Ruby pada awal 2021.

“Kami ingin menjadi kawasan kota mandiri. Selain didukung fasilitas yang lengkap, juga infrastruktur jalan,” pungkas Edward.