Rekom PDIP Sinergi Jawa Pos

MAYANGAN – Gara-gara rekom dari DPP PDIP tak kunjung turun sampai Sabtu (6/1), DPC PDIP Kota Probolinggo batal menggelar rapat kerja khusus (rakercabsus) yang sejatinya digelar Minggu (7/1).

Muhamamd Ruqin, ketua tim penjaringan cawali – cawawali DPC PDIP Kota Probolinggo, menegaskan hal itu. “Rencananya memang besok (Minggu, Red.) akan digelar Rakercabsus. Tapi karena sampai hari ini (Sabtu) rekomendasi belum turun, maka kami batalkan agenda Rakercabsus,” ujarnya.

Ruqin sendiri belum bisa memastikan sampai kapan Rakercabsus ditunda. “Belum tahu sampai kapan ditunda. Tergantung rekomendasi kapan turun. Jika Minggu turun, maka Senin akan Rakercabsus. Kalau Senin turun, ya Selasa Rakercabsus,” ujarnya.

Meski demikian, santer terdengar rekomendasi DPP PDIP akan turun ke Syamsu Alam sebagai balon wali kota. Namun, Ruqin membantah hal tersebut. “Rekomendasi belum turun. Jadi, belum jelas rekomendasi tersebut akan turun pada siapa,” ujarnya.

Hal yang sama disampaikan Hamka Haq, pengurus DPP PDIP Bidang Keagamaan dan Keyakinan Kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dia memastikan, rekomendasi untuk cawali dan cawawali PDIP Kota Probolinggo, belum turun.

“Jadi belum tahu siapa yang akan dipilih PDIP untuk maju sebagai cawali maupun cawawali,” jelasnya.

Tidak menutup kemungkinan menurutnya, rekomendasi menunjuk balon wali kota – wawali dari PDIP sendiri. “Karena dari jumlah kursi sudah mencukupi untuk maju sendiri,” ujarnya.

Selain itu menurut Hamka, PDIP adalah parpol dengan kursi terbesar di DPRD Kota Probolinggo. Sulit bagi PDIP untuk maju sebagai calon wawali.

“Jika memang akan berkoalisi dengan PDIP, jelas parpol koalisi itu hanya sebagai N2 atau wakil wali kota. Sudah ada yang mengajak koalisi, seperti dari PKB. Tapi PKB inginnya sebagai N1 atau calon wali kota,” jelasnya.