Rekayasa Lalin di Jalur Gondangwetan-Winongan Sinergi Jawa Pos

GONDANGWETAN – Rencana pengalihan lalu lintas imbas pengerjaan Megaproyek Umbulan yang sejatinya dilakukan Rabu (29/11), tertunda. Hingga Selasa sore, jalur Gondangwetan-Winongan yang sering menjadi jalan alternatif, masih bisa dilintasi. Kendati begitu, berbagai rambu-rambu pengalihan jalan sudah terpasang di sepanjang jalan Warungdowo,Pohjentrek sampai pertigaan Ranggeh, Gondangwetan.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, aktvitas kendaraan baik roda dua, roda empat dan juga truk tetap bisa melaju dari Warungdowo menuju Kecamatan Winongan. Kendati sudah ada rambu pengalihan jalan, tidak nampak aktivitas kegiatan pengerjaan proyek termasuk polisi yang membantu mengalihan jalan.

Kendaraan berat sendiri sudah tampak berjajar di sisi selatan jalan di Desa Ranggeh. Namun rupanya pengerjaan proyek pemasangan pipa masih tertunda.

Hal ini dibenarkan oleh Iptu Yudi Prasetyo, KBO Satlantas Polres Pasuruan Kota. Dikatakan dari jadwal memang hari Rabu sudah ada rekayasa jalan. “Tapi ternyata pengerjaan proyek masih ditunda,” terangnya.

Dari Satlantas Polres Pasuruan Kota sendiri sudah siap jika harus melakukan pengamanan dan rekayasa lalu lintas. Tapi sampai Rabu petang, memang ada informasi ditunda dan belum ada informasi ulang kapan akan dimulai pengerjaan.

Namun sejumlah rambu pengalihan jalan sendiri sudah terpasang. Rambu-rambu itu diharapkan masyarakat juga sudah mengerti terkait pengalihan jalan imbas pengerjaan proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan di Desa Ranggeh dan Desa Gayam.

Untuk pengerjaan sendiri dari titik Mapolsek Kebon Candi ke arah barat sejauh 600 meter. Sehingga untuk kendaraan besar mulai roda empat tidak bisa melewati jalur tersebut. Yudi mengatakan nanti akan ada rambu pertama di perempatan Warungdowo untuk kendaraan besar yang melintas kesana tidak bisa menuju Winongan. Sedangkan rambu kedua akan ditaruh di Pertigaan Kebon Candi.

Kendaraan dari Warungdowo yang ingin menuju Kecamatan Winongan, harus berputar ke Kecamatan Rejoso dan menuju Penataan.

Sedangkan untuk kendaraan yang menuju ke Bromo, masih tidak ditutup lantaran pertigaan Ranggeh tidak terkena proyek. Sehingga kendaraan lainnya dari Winongan yang ingin menuju Warungdowo juga harus berputar menuju Penataan melewati Rejoso.

“Penutupan ini untuk kendaraan roda empat keatas, sedangkan roda dua masih bisa melintas lantaran jalan hanya ditutup 2/3 saja,” jelasnya.

Hambali salah satu warga Bajangan, Gondangwetan yang rutin melintas disana. Mengaku sampai Rabu belum ada sosialisasi dan pemberitahuan tertulis. Harapannya proyek ini bisa cepat selesai agar rutinitas masyarakat sekitar tidak terganggu apalagi jalur Gondangwetan-Winongan merupakan jalan yang banyak diakses oleh masyarakat.