Realistis Runner-Up, asalkan…

Mimpi Arema FC merengkuh juara Liga 1 2019 ini tampaknya harus dikubur dulu. Di atas kertas sulit menyalip raihan poin pemuncak klasemen Bali United.

Arema saat ini di posisi lima dengan 41 poin. Sedangkan Bali United sudah 57 poin. Raihan paling realistis Arema FC di posisi runner-up. Itu pun dengan dua syarat. Berikut hasil prediksi tim Jawa Pos Radar Malang.

***

Hanya butuh tiga poin bagi Arema FC untuk meraih poin sejajar dengan runner-up sementara Liga 1, Persipura. Saat ini tim berjuluk Mutiara Hitam itu telah meraih 44 poin dari 26 laga.

Di posisi ketiga, ada Madura United dengan 44 poin dari 27 laga. Dan satu setrip di atas Arema atau posisi empat, ada Borneo FC dengan 42 poin dari 27 laga.

Artinya, kans Arema bisa menduduki finis dua besar sampai akhir kompetisi ini masih terbuka. Syarat pertama, Hamka Hamzah dkk harus bisa menang di 7 laga sisa.

Dan syarat kedua, berharap tiga tim di atas Arema, seperti Persipura, Madura United, dan Borneo bakalan tergelincir alias lebih banyak kalah. Untuk memenuhi syarat pertama, memang cukup terjal.

Singo Edan punya 3 laga kandang dan 4 laga away. Lawannya juga bukan tim yang enteng. Di empat laga away, ada Bhayangkara FC, PSIS Semarang, Persebaya Surabaya, dan Barito Putera.

Jika bisa menyapu bersih semua laga kandang (9 poin), serta minimal mendapatkan 3 hasil seri dan sekali menang saat laga away (6 poin), Singo Edan bisa mendapatkan tambahan 15 poin atau finis dengan 56 poin (41 poin + 15 poin).

Hasil tersebut tentu saja belum bisa mengamankan posisi kedua untuk Arema jika ketiga tim lain tampil konsisten di laga sisa.

Namun, juga bukan hal mudah bagi Persipura, Madura United, dan Borneo FC di laga sisa ini. Seperti Persipura, meski masih punya 8 pertandingan (4 home dan 4 away) Boaz Solossa dkk bakal berhadapan dengan tim besar. Mulai PSM Makassar, Persebaya Surabaya, PSIS Semarang, Bali United, dan Borneo FC.

Meski bisa mengamankan 4 laga home, tapi meraih hasil minor pada semua laga away, artinya nanti Mutiara Hitam hanya mendapatkan 12 poin.

Poin tim yang dilatih Jacksen F. Tiago itu sama dengan Arema 56 poin (44 poin + 12 poin). Untuk Madura United lebih terjal lagi. Tim berjuluk Laskar Sape Kerrap itu hanya punya 2 laga home dan 4 laga away.

Jika tim asal Pulau Garam itu gagal menang di semua laga away (0 poin) dan hanya menang saat laga home (6 poin), artinya hanya memperoleh tambahan 6 poin. Madura United hanya bisa finis dengan 50 poin (44 poin + 6 poin). Sedangkan bagi Borneo FC, punya tiga laga home dan empat laga away.

Andai saja tim berjuluk Pesut Etam tersebut menyapu bersih laga home (9 poin) dan meraih hasil minor di semua laga away (0 poin), Borneo FC bakal mengakhiri kompetisi dengan mengumpulkan 51 poin (42 poin + 9 poin).

Dengan begitu, di akhir kompetisi Arema punya poin sama dengan Persipura (56 poin), Borneo FC (51 poin), dan Madura United (50 poin).

Nah, selanjutnya siapa yang paling produktif dan minim kemasukan antara Arema dan Persipura. Soal produktivitas gol, sampai laga 27 ini Makan Konate cs sudah mencetak 52 gol dan 45 kemasukan.

Sedangkan sampai laga ke-26, Persipura baru mencetak 41 gol dan 29 kali kemasukan. Artinya, Arema harus bisa lebih produktif dan tidak mudah kemasukan lagi.

General Manager Arema FC Ruddy Widodo mengaku tetap yakin dengan peluang kesebelasannya mengakhiri Liga 1 2019 di papan atas. ”Kalau kami tetap optimistis Arema bisa berada di peringkat tiga besar,” ujar pria asal Madiun tersebut.

Demi mewujudkan hal itu, para penggawa Singo Edan menurutnya harus bisa mengamankan poin di  laga tandang.

”Kami akan optimal semua partai kandang (9 poin). Dan mudah-mudahan dari empat partai away bisa diambil salah satu kemenangan (3 poin),” ungkap pria berkacamata itu.

Jangan sampai, empat laga away nantinya pulang dengan tangan kosong. Meski lawan yang dihadapi saat menjadi tim tamu tidak mudah.

Soal laga mana yang dibidik Arema untuk mendapatkan poin penuh (3 poin), Ruddy enggan menyebutkan. ”Peluangnya ada di semua tim yang bakal dihadapi kala menjalani laga away,” kata dia.

Untuk mendapatkan hasil seri dari semua tim, juga sangat mungkin. Meski lawannya ada Persebaya Surabaya.

Namun, Arema bisa jadi cukup tenang karena pada laga nanti tidak berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.

Setelah stadion milik Pemkot Surabaya itu sempat dirusak oknum suporter tim berjuluk Bajol Ijo tersebut. ”Yang terpenting, segera mengambil partai away di pertandingan terdekat (Bhayangkara FC),” kata dia.

Setali tiga uang dengan Ruddy Widodo, pelatih Arema FC Milomir Seslija juga masih optimistis dengan peluang timnya akan berada di peringkat tiga besar di akhir kompetisi.

”Saya masih yakin kami bisa berada di posisi 3,” kata dia. Kepercayaan itu, dia menambahkan, tidak terlepas dari bisa kembalinya sejumlah pemain inti di skuad Arema.

Seperti Dendi Santoso dan Hendro Siswanto yang kembali setelah membela timnas senior serta Hanif Sjahbandi dan M. Rafli yang kembali bakal bergabung setelah membela Timnas Indonesia U-23.

Hamka Hamzah dan Agil Munawar juga selesai menjalani hukuman pertandingan karena akumulasi kartu kuning.

Pewarta : Gp, Aris Dwi Kuncoro
Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Abdul Muntholib