Realisasikan Jalan Tembus, Sediakan Rp 55 M

KEPANJEN – Meski urung dilaksanakan tahun ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang tetap berhasrat merealisasikan proyek jalan tembus di Kecamatan Kepanjen. Dalam perencanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2019, plot dana kembali dialokasikan pemkab. Nilainya Rp 55 miliar. ”Sekarang sedang diproses, tapi fokus untuk pembebasan lahannya dulu,” terang Wakil Bupati Malang H.M. Sanusi.

Seperti diketahui, proyek yang sudah direncanakan sejak 2017 itu bakal terbentang mulai dari Desa Kedungpedaringan menuju Kelurahan Penarukan. Jika terealisasi, rencananya di tengah-tengah jalan tembus tersebut bakal dibangun Alun-Alun Kepanjen. Progres rencana itu memang masih berkutat pada pembebasan lahan. Di tahun ini, sebenarnya sudah ada dana Rp 33 miliar yang disediakan pemkab untuk menuntaskannya. Namun, jumlah plot dana itu tidak mampu terserap.

Sanusi mengaku jika masyarakat yang terdampak proyek itu masih enggan menjual tanahnya pada pemkab. ”Harga yang mereka (warga) minta di atas harga yang telah ditetapkan tim appraisal. Sementara pemkab tidak diperbolehkan membeli tanah melebihi harga yang sudah ditentukan itu,” sambung Sanusi.

Molornya tahap pembebasan lahan itulah yang membuat plot dana di tahun ini meningkat drastis. ”Mau tidak mau memang setiap tahun harga tanah akan naik. Karena itu, perlu kami lakukan penyesuaian juga,” tambah Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Malang Tomie Herawanto.

Dia menambahkan, tertundanya pembebasan lahan di tahun ini sebenarnya juga memiliki hikmah tersendiri. ”Kalau kami bebaskan tahun ini hanya bisa sepotong-sepotong saja. Yang jelas tahun ini kami tuntaskan untuk penetapan lokasinya agar tahun depan bisa kami bebaskan seluruhnya kebutuhan lahan,” papar dia. (iik/c2/by)

KEPANJEN – Meski urung dilaksanakan tahun ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang tetap berhasrat merealisasikan proyek jalan tembus di Kecamatan Kepanjen. Dalam perencanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2019, plot dana kembali dialokasikan pemkab. Nilainya Rp 55 miliar. ”Sekarang sedang diproses, tapi fokus untuk pembebasan lahannya dulu,” terang Wakil Bupati Malang H.M. Sanusi.

Seperti diketahui, proyek yang sudah direncanakan sejak 2017 itu bakal terbentang mulai dari Desa Kedungpedaringan menuju Kelurahan Penarukan. Jika terealisasi, rencananya di tengah-tengah jalan tembus tersebut bakal dibangun Alun-Alun Kepanjen. Progres rencana itu memang masih berkutat pada pembebasan lahan. Di tahun ini, sebenarnya sudah ada dana Rp 33 miliar yang disediakan pemkab untuk menuntaskannya. Namun, jumlah plot dana itu tidak mampu terserap.

Sanusi mengaku jika masyarakat yang terdampak proyek itu masih enggan menjual tanahnya pada pemkab. ”Harga yang mereka (warga) minta di atas harga yang telah ditetapkan tim appraisal. Sementara pemkab tidak diperbolehkan membeli tanah melebihi harga yang sudah ditentukan itu,” sambung Sanusi.

Molornya tahap pembebasan lahan itulah yang membuat plot dana di tahun ini meningkat drastis. ”Mau tidak mau memang setiap tahun harga tanah akan naik. Karena itu, perlu kami lakukan penyesuaian juga,” tambah Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Malang Tomie Herawanto.

Dia menambahkan, tertundanya pembebasan lahan di tahun ini sebenarnya juga memiliki hikmah tersendiri. ”Kalau kami bebaskan tahun ini hanya bisa sepotong-sepotong saja. Yang jelas tahun ini kami tuntaskan untuk penetapan lokasinya agar tahun depan bisa kami bebaskan seluruhnya kebutuhan lahan,” papar dia.

Pewarta: Farik Fajarwati
Copy Editor: Dwi Lindawati
Penyunting: Bayu Mulya