Razia Lapas, Petugas Temukan “Uang Masjid” Puluhan Juta | JawaPos.com

Razia Lapas, Petugas Temukan

JawaPos.com – Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sumatera Utara merazia Lapas dan Rutan Klas IA Tanjunggusta Kota Medan, Senin (23/7) dini hari. Dalam razia itu, petugas menggeledah satu persatu sel narapidana.

Razia itu adalah buntut dari kasus penggeledahan Lapas Sukamiskin, Jawa Barat. Di dalam Lapas Tanjunggusta, juga terdapat napi korupsi. Razia melibatkan sekitar 200 personel.

Dari razia itu, petugas mennemukan uang tunai Rp 37 juta dari Lapas Klas IA dan Rp 6 juta di dalam Rutan. Petugas juga menemukan alat-alat elektronik milik wargabinaan. Mulai dari rice cooker, charger, kamera digital, flashdisk.

Seluruh barang yang ditemukan langsung disita dengan melakukan pemeriksaan dan memintai keterangan terlebih dahulu dari pemiliknya.

Razia itu dilakukan untuk memastikan agar prosedur di Lapas berjalan dengan baik. Jika ada pelanggaran, pimpinan rutan bisa diberikan sanksi.

“Sebagian nanti yang bisa saya ambil akan saya ambil untuk saya sadap datanya. Nanti pada saatnya saya akan umumkan kepada saudara-saudara handphone itu isinya apa, karena kami juga sudah memiliki alat untuk mendeteksi itu,” kata Priyadi.

Untuk puluhan juta uang yang ditemukan, Priyadi menjelaskan akan dilakukan pemeriksaan. Bila dalam keterangan tidak sesuai akan dilakukan penyitaan oleh negara.

“Tetapi saya dengar laporan dari Kalapas, uang tersebut adalah uang masjid. Kalaupun itu uang masjid, maka tidak boleh ada di situ. Harusnya ada pengurus masjid yang menangani dan uangnya tidak boleh di situ,” tutur Priyadi.?

Pihaknya juga menyoroti soal peredaran narkoba yang ada di dalam Lapas. Sudah berulang kali Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan pengungkapan kasus peredaran narkoba di dalam Lapas.

Pihaknya juga mengakui kalau Rutan dan Lapas yang ada di Sumut overkapasitas. Pun begitu layanan yang diberikan harus tetap sama.

“Standar minimal Lapas kalau panas boleh ada kipas angin, tetapi cuma satu. Hanya saja melihat kondisi ruangannya. Inilah akibat dari over crowded yang kita punya,” kata Priyadi.

Priyadi mengatakan razia akan dilakukan juga kepada seluruh Lapas dan Rutan yang ada di Sumatera Utara secara bertahap. Dia menegaskan akan bertindak tegas terhadap oknum petugas memberikan fasilitas mewah kepada narapidana.

“Kita pelan-pelan akan menuju ke sana. Kita bekerja untuk melakukan langkah-langkah penertiban, handphone itu kan bisa apa saja,” tandasnya.

(pra/JPC)