Razia Cegah Hewan Kurban Tak Layak

Tim dari dinas pertanian mengecek kesehatan hewan kurban di kawasan Sulfat Indah kemarin (28/8).

MALANG KOTA – Bagaimana memilih sapi dan kambing yang layak untuk menjadi hewan kurban? Dan, apa ciri-ciri hewan yang layak untuk kurban pada Idul Adha 1438 H? Kemarin (28/8) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Malang memeriksa kesehatan hewan di lima kecamatan. Ada sekitar 5.250 hewan kurban, baik sapi maupun kambing, yang diperiksa.

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kota Malang drh Anton Pramujiono menyatakan, pihaknya melakukan pemeriksaan kesehatan hewan agar hewan kurban yang dijual memenuhi kriteria sesuai peraturan. Yakni, sehat dan cukup umur (poel). Jika tidak memenuhi dua syarat itu, hewan tidak boleh dijual untuk kurban.

Anton menerangkan, hewan yang belum poel memang bisa dikatakan tidak layak sebagai hewan kurban. Namun, meskipun begitu, hewan tersebut masih bisa dikonsumsi. Dia menjelaskan, ciri hewan poel, yakni dilihat dari giginya yang sudah ganti.

”Biasanya sapi poel usianya 2 tahun ke atas. Kalau kambing di atas 1 tahun,” ujarnya.

Hingga kemarin, pihaknya sudah menempelkan sekitar 215 stiker poel, baik untuk sapi maupun kambing. Targetnya, mereka akan memeriksa sebanyak 5.250 hewan kurban di 150 tempat. Tahun lalu, ada sekitar 5.482 ekor sapi dari 141 lokasi yang telah dilakukan pemeriksaan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Malang Sri Winarni mengimbau agar masyarakat bisa lebih jeli dalam memilih hewan kurban.

”Harus tahu ciri-cirinya, poel atau tidak,” jelasnya. Meskipun kondisi hewan sehat, tapi belum cukup umur, tidak layak untuk dijadikan hewan kurban. ”Tetap boleh dijual, tapi bukan untuk kurban,” kata dia.

Pewarta: Fisca Tanjung
Penyunting: Abdul Muntholib
Copy Editor: Dwi Lindawati
Foto: Bayu Eka