Raup Keuntungan Rp 5 M, Klinik Ilegal di Senen Sudah Aborsi 903 Janin

JawaPos.com – RADARMALANG.ID – Subdit Sumber Daya Lingkungan (Sumdaling) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya membongkar klinik aborsi ilegal di Jalan Paseban Raya, Senen, Jakarta Pusat. Tindakan ilegal itu terendus petugas pada 10 Februari 2020 lalu.

Tiga orang yang terlibat telah diamankan. Mereka adalah MM, RM, dan SI. Ketiganya memiliki peran berbeda. MM sebagai dokter, RM sebagai bidan, dan S sebagai tenaga administrasi.

“Tersangka MM itu dokter asli, dia lulusan di salah satu universitas di Sumatera Utara. Tapi, tidak punya spesialis apalagi spesialis kandungan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Yusri Yunus, Jumat (14/2).

Hasil penyelidikan, klinik ilegal itu telah beroperasi selama 21 bulan. Pelanggannya bahkan cukup fantastis. Sudah ada 1.632 perempuan yang mendaftar aborsi.

“Tercatat sudah 903 orang melakukan aborsi di klinik ilegal ini. Keuntungan yang didapat sekitar Rp 5 miliar,” tambah Yusri.

Mereka rata-rata ingin melakukan aborsi dengan alasan hasil di luar bikah, gagal menjalani program Keluarga Berencana (KB), hingga tidak boleh hamil oleh perusahaan tempat bekerja.

Tarif aborsi dipatok dengan harga berbeda. Mulai dari Rp 1 juta untuk menggugurkan bayi di bawah 1 bulan, dan yang termahal berkisar Rp 4 juta sampai Rp 15 juta untuk bayi dengan usia di atas empat bulan.

Pengembangan kasus ini masih terus dilakukan. Disinyalir masih ada dokter-dokter lainnya yang menjalankan praktik serupa. Sejumlah informasi dan barang bukti masih terus dikumpulkan.

Para tersangka selanjutnya dijerat Pasal 83 Juncto Pasal 64 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan dan atau Pasal 75 ayat (1), Pasal 76, Pasal 77, Pasal 78 UU Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran dan atau Pasal 194 Jo Pasal 75 ayat (2) UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Juncto Pasal 55, 56 KUHP. Mereka terancam pidana di atas 10 tahun penjara.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Sabik Aji Taufan