Raup Cuan Sektor Tambang Logam di Tahun Tikus Logam

JawaPos.com – Menurut kalender Tionghoa, 2020 merupakan tahun Tikus Logam. PT Anugerah Mega Investama menyebut, tahun ini merupakan tahun yang baik dalam mengambil keuntungan pada bisnis tambang logam.

Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee menjelaskan, unsur logam seperti emas, nikel, hingga timah sangat direkomendasikan sebagai sektor pilihan tahun ini. “Kami merekomendasikan emas, nikel, dan timah sebagai pilihan. Emas memang terbantu akibat naiknya tensi geopolitik di Timur tengah,” ujarnya dalam pesan singkatnya kepada Jawapos.com, Sabtu (25/1).

Apalagi kata Hans Kwee, emas dan beberapa mata uang kuat dunia sering dianggap aset safe haven ketika terjadi kenaikan risiko pasar global. “Selain perang, kekhawatiran resesi ekonomi dunia akibat perang dagang membawa keuntungan bagi emas,” imbuhnya.

Sedangkan nikel, lanjutnya, mendapat angin segar dari kenaikan harga akibat kebijakan Indonesia melarang ekspor nikel mentah. Hal tersebut dapat mengurangi pasokan dunia yang akan mempengaruhi harga nikel tersebut.

“Selain itu pemerintah Tiongkok juga mengambil tindakan mengamankan cadangan nikel nya,” ucapnya.

Selain nikel dan emas, Hans Kwee memperkirakan, timah juga menarik akibat perubahan pada peta kendaraan dunia. Saat ini kendaraan listrik mulai menjadi kebutuhan, dan ini akan berlanjut di masa depan.

Dengan demikian, kebutuhan timah akan meningkat. Sebab, komoditas nikel dan timah diperlukan untuk komponen pembentukan baterai yang merupakan masa depan energi dunia.

“Kami merekomendasikan ANTM 850, INCO 4180, MDKA 1520, dan TINS 340 sebagai pilihan di sektor ini,” pungkasnya.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Romys Binekasri