Ratusan Ribu Turis Telantar

JawaPos.com – Masyarakat Inggris ribut. Kali ini keributan bukan karena Brexit, melainkan karena jatuhnya raksasa industri pariwisata Inggris Thomas Cook. Biro wisata yang menjalarkan bisnis ke mana-mana itu akhirnya gulung tikar setelah gagal mencapai kesepakatan pelunasan utang.

Pengumuman pagi buta oleh Civil Aviation Authority (CAA) jelas membuat turis yang sedang berlibur sport jantung. Lembaga penyelenggara penerbangan tersebut menyatakan bahwa Thomas Cook Group, termasuk biro perjalanan dan maskapai, tidak beroperasi lagi sejak pukul 02.00 waktu setempat. Karena itu, semua pemesanan dibatalkan.

”Informasi yang kami dapat minim. Bibir kami kering, sedangkan bibir mereka (staf hotel, Red) tertutup rapat,” ujar Mike Churcher kepada The Guardian. Churcher saat ini berada di Hotel Royal Wings Antalya, Turki, bersama istri dan anaknya. Namun, mereka khawatir sewaktu-waktu didepak pihak hotel. Sebab, kamar di sana sudah termasuk dalam paket liburan Thomas Cook.

Turis yang sedang menjalani liburan sudah pasti waswas. Mereka yang baru memesan frustrasi. Ruth Morse dari West Midlands berencana menikah di Siprus pada 8 Oktober nanti. Semua tetek bengek diurus biro wisata tertua di dunia tersebut. Pernikahan impiannya itu dirancang sejak dua tahun.

”Saya tahu perjalanan saya dilindungi ATOL (Air Travel Organisers’ Licensing). Tapi, hal-hal seperti dekorasi tampaknya tidak dilindungi,” ungkap Morse kepada BBC. Untuk dekorasi, perempuan itu sudah menghabiskan 4.000 pound sterling (Rp 69,9 juta).

Nasib perusahaan 178 tahun tersebut diketok setelah pertemuan dengan pemegang saham pada Minggu (22/9). Mereka gagal menutupi sisa kewajiban utang 200 juta pound sterling (Rp 3,4 triliun). Pihak yang menagih utang rupanya tidak ingin menoleransi perusahaan yang dipimpin Peter Fankhauser tersebut.

”Saya sangat menyesal bahwa dewan direksi gagal (meyakinkan pemegang saham, Red),” ujar Fankhauser dalam pernyataan resmi.

Menurut Agence France-Presse, sekitar 600 ribu wisatawan berisiko telantar di negeri tujuan akibat tragedi tersebut. Sebanyak 22 ribu pegawainya pun otomatis kehilangan pekerjaan.

Beberapa pihak juga menyalahkan Brexit sebagai pemicu jatuhnya Thomas Cook. Brexit dianggap sudah membuat industri pariwisata makin lesu dan investor ragu meminjamkan dana ke korporasi. Namun, pemerintah membantahnya. Menurut Menteri Kesehatan Matt Hancock, bisnis biro wisata memang sudah saatnya berganti. Dengan akses internet yang makin terbuka, jasa-jasa itu sudah pasti terpangkas.

”Dulu saya memang menggunakan Thomas Cook dalam liburan luar negeri pertama saya. Sekarang saya langsung ke internet,” ungkapnya sebagaimana dilansir Daily Mirror.

Sebelum bertolak ke sidang umum PBB di New York, Perdana Menteri Boris Johnson pun berjanji menyelidiki permasalahan tersebut.

Menurut dia, letak masalahnya bisa jadi ada di dalam dewan direksi. ”Ini situasi yang pelik. Jelas, pikiran pertama kami adalah memulangkan konsumen Thomas Cook dengan aman,” tuturnya.

FAKTA-FAKTA THOMAS COOK
– Didirikan pada 1841
– 22 juta pelanggan (2018)
– Pendapatan 9,6 miliar pound sterling/Rp 168 triliun (2018)
– Utang bersih 1,2 miliar pound sterling/Rp 21 triliun
– 22 ribu pegawai (9 ribu pegawai di Inggris)

TURIS YANG TERDAMPAR KARENA THOMAS COOK
Inggris : 150.000
Jerman : 140.000
Yunani : 50.000
Turki : 21.000
Swedia : 17.000
Siprus : 15.000
Belanda : 10.000
Belgia : 10.000
Prancis : 10.000
Denmark : 9.000
Norwegia : 9.000
Tunisia : 4.500

Sumber: Agence France-Presse