Ratusan Ribu Batang Rokok Bodong di Malang Kena Razia

MALANG KOTA – Malang seolah-olah menjadi surga bagi produsen rokok ilegal. Meski berkali-kali Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Cukai Malang melakukan penggerebekan terhadap sejumlah distributor rokok ilegal, tapi masih saja ada yang beroperasi.

Terbaru, penggerebekan dilakukan di Perumahan Green Karangduren Residence, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, 10 Agustus 2018. Modus peredaran rokok ilegal itu menggunakan rumah-rumah warga untuk dijadikan distributor. Barang kena cukai berupa rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM) dan sigaret kretek tangan (SKT) tersebut diangkut tanpa dokumen cukai.

”Rokok-rokok ilegal ini nantinya akan didistribusikan ke Kalimantan,” ujar Kepala KPPBC Rudy Hery Kurniawan saat merilis hasil operasinya kemarin (21/8). Dalam penggerebekan tersebut, petugas KPPBC mengamankan sekitar 22.100 bungkus atau 442.200 batang rokok ilegal.

Penggerebekan di rumah Priyo Wahono, 45, tersebut berasal dari pengembangan. Beberapa jam sebelum menggerebek rumah ayah dua anak itu, petugas KPPBC berhasil menggagalkan pengiriman rokok ilegal ke Kalimantan.

Jumat (10/8) sekitar pukul 08.00, intelijen KPPBC mendapat informasi bahwa terdapat truk jenis Colt Diesel 100ps dengan nomor pelat yang disamarkan diduga membawa rokok ilegal. Rencananya, rokok tersebut akan dikirim ke Kalimantan. Dari Pakisaji, truk tersebut melintasi jalan raya Lawang–Malang.

Sesuai hasil koordinasi, pukul 08.30, petugas telah sampai di bawah jembatan layang Arjosari untuk menunggu truk yang telah menjadi target operasi. Pukul 09.00 target melintas, kemudian petugas melakukan pengejaran. Pukul 09.15, petugas berhasil menepikan truk tersebut, lalu dilakukan pemeriksaan.

Petugas menemukan beberapa karton rokok legal, beberapa bal makanan ringan, serta barang bukti dengan uraian barang sebagaimana disebutkan pada poin barang tegahan (dicegah) terhadap pengangkut rokok ilegal di atas. Total barang yang berhasil ditegah sebanyak 6.600 bungkus rokok ilegal atau sekitar 124.000 batang.

Pukul 09.30, seluruh barang bukti beserta sopir yang berinisial ”D” dan kernet yang berinisial ”W” dibawa ke kantor untuk dimintai keterangan. Dari keterangan terduga, barang tersebut didapat dari inisial ”PW” dan akan dijual lagi di luar pulau (Kalimantan Timur).
Berdasarkan pengembangan informasi dari terduga ”D” dan ”W”, pukul 10.00 petugas kembali bergerak menuju lokasi ”PW” yang diduga menjual rokok ilegal di Perumahan Green Karangduren Residence, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Belakangan diketahui bahwa PW adalah Priyo Wahono.

Akibat perbuatannya yang berusaha mendistribusikan rokok ilegal tersebut, D dan W dijerat Pasal 27 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai. Sementara itu, PW yang diduga sebagai distributor rokok ilegal dinyatakan melanggar Pasal 56 dan 66 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai.

Dari dua pencegahan tersebut, total ada 28.700 bungkus atau 566.200 batang rokok ilegal yang disita. Jika puluhan ribu bungkus rokok ilegal tersebut berhasil dikirim, ada kerugian negara sekitar Rp 208 juta. ”Kasus ini masih dalam penyelidikan. Upaya kami saat ini melakukan sosialisasi ke warung-warung terkait peredaran rokok ilegal,” pungkas Rudy.

Sementara itu, kemarin (21/8) Jawa Pos Radar Malang melakukan pengamatan di rumah PW, setelah digerebek petugas KPPBC. Kondisi rumah Priyo sepi dan pagarnya tertutup rapat. Hanifah, perempuan yang mengakui sebagai istri Priyo itu menyatakan, dia tidak mengetahui bahwa suaminya mendistribusikan rokok ilegal. Bahkan, saat mengetahui ada tumpukan rokok di rumahnya sebelum penggerebekan, dia juga mengaku tidak tahu. ”Katanya sih, itu (tumpukan rokok ilegal) titipan teman dan akan diambil malam harinya,” terang Hanifah saat menemui wartawan koran ini di rumahnya.

Berdasarkan sepengetahuan Hanifah, suaminya bekerja sebagai sopir di salah satu biro perjalanan travel. Sementara dia bekerja sebagai buruh di salah satu pabrik rokok.

Hanifah juga kaget saat tim KPPBC menggerebek rumahnya dan memeriksa suaminya. ”Saya tak pernah menyangka karena sebelumnya tak pernah melakukan hal seperti ini (mendistribusikan rokok ilegal),” pungkasnya.

Pewarta: Miftahul Huda
Editor: Dwi Lindawati
Penyunting: Mahmudan