Ratusan CJH Alami Hipertensi

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto dr Langit Kresna Janitra mengatakan, status tersebut diketahui dari hasil pemeriksaan kesehatan tahap pertama di 18 wilayah kecamatan. Dinkes mencatat, pemeriksaan yang digulirkan sejak pertengahan Januari lalu telah diikuti sebanyak 1.051 CJH.

Hasilnya, sebanyak 641 orang yang dinyatakan sehat. Sedangkan sekitar 40 persen CJH lainnya masuk dalam kategori risti kesehatan. ”Ada 410 jamaah yang risti,” terangnya kemarin. Dia menyebutkan, CJH yang menyandang status risti tersebut disebabkan karena mengidap sejumlah penyakit. Berdasarakan laporan dari 27 puskesmas, jumlah penyakit tertinggi adalah hipertensi atau darah tinggi dengan 128 orang.

Diabetes melitus (DM) juga cukup banyak diderita CJH dengan 87 orang. Pun demikian dengan obesitas atau kegemukan yang dialami 35 orang. Sedangkan CJH lainnya mengalami masalah kolesterol, asam urat, jantung, serta penyakit degeneratif lainnya. ”Seorang jamaah bisa jadi ada yang mengalami lebih dari satu penyakit,” tandasnya. Selain faktor kesehatan, status risti juga dipengaruhi faktor usia. CJH yang berumur lebih dari 65 tahun akan masuk kategori lanjut usia. Maka, mereka juga akan secara otomatis masuk dalam kategori risti.

Langit menambahkan, jumlah risti masih berpeluang bertambah. Mengingat, belum seluruh CJH melakukan pemeriksaan kesehatan. Berdasarkan dari data Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mojokerto, musim haji tahun ini mendapatkan kuota sebesar 1.696 kursi. Namun, jumlah itu belum ditambah kuota dari CJH lansia, gabungan mahram, serta cadangan.

Langit menuturkan, pemeriksaan kesehatan merupakan proses wajib yang harus dijalani CJH. Pasalnya, tahapan medis itu dijadikan syarat untuk pelunasan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH). ”Masih ada sekitar 500-an jamaah yang belum periksa,” imbuhnya. Meski jadwal pemeriksaan telah berakhir, namun pihaknya masih memberikan kesempatan CJH untuk segera mendatangi puskesmas. Jika tidak, maka, sistem akan secara otomatis menolak pembayaran sisa setoran awal haji saat dibuka tahap pelunasan BPIH nanti.

Mantan kepala Puskesmas Pacet ini memastikan, sejauh ini belum ada laporan CJH yang dinyatakan tunda keberangkatan akibat masalah kesehatan. Adapun penyakit yang bisa mengganjal keberangkatan adalah HIV/AIDS, gagal ginjal dengan hemodialisa, stroke akut, diare kronik, gagal jantung stadium IV, gangguan jiwa, serta tuberculosis (TBC) dengan bakteri tahan asam (BTA) positif.

Untuk itu, pasca pemeriksaan kesehatan tahap awal ini, di masing-masing wilayah puskesmas dilakukan pembinaan kebugaran. Langkah itu dilakukan guna menjaga kondisi fisik jamaah selama masa tunggu keberangkatan agar tidak jatuh dalam kondisi yang lebih berisiko. ”Nanti juga masih ada satu tahapan pemeriksaan kesehatan lagi sekaligus pemberian vaksinasi meningitis,” pungkasnya.

Untuk diketahui, dari CJH asal Kabupaten Mojokerto yang berhak melunasi BPIH tahun ini paling banyak berasal dari Kecamatan Sooko dengan 201 orang. Selanjutnya disusul Kecamatan Mojosari dengan 142 orang, Mojoanyar 117 orang, Bangsal 110 orang, serta Ngoro 104 orang. Sedangkan paling sedikit berada di Kecamatan Trawas dengan 32 orang.

(mj/ram/ris/ron/JPR)