Rasakan Sensasi Melayang Lewat Akrobatik Kelas Dunia, Flying Trapeze

JawaPos.com – Pernahkah Anda melihat adegan orang melayang hanya dengan berpegang pada ayunan dengan ketinggian puluhan meter? Yup, adegan tersebut biasa terlihat dalam aksi sirkus.

Aksi terbang dengan bergantung pada ayunan ini dikenal dengan Flying Trapeze. Aksi ini merupakan hiburan akrobatik yang menggunakan ayunan sebagai alat utamanya. Dalam atraksi ini pemain akan menunjukan kebolehannya dengan melayang dari satu ayunan ke ayunan lainnya dari ketinggian 20 meter.

Dilansir dari History Today, Senin (24/6), Flying Trapeze pertama kali dilakukan pada 12 November 1859 oleh Jules Léotard, seorang akrobat Prancis. Ia melakukan aksi terbang ayunan pertamanya di Cirque Napoléon di Paris pada tahun 1859.

Namun, untuk melakukan gerakan tersebut tak bisa dilakukan oleh sembarang orang. Diperlukan tim yang profesional dan terlatih. Karena aksi flying trapeze berkaitan erat dengan keselamatan.

Flying Trapeze adalah atraksi akrobat yang memerlukan latihan khusus karena menyangkut keselamatan pemainnya,” ujar Mayya Nikolaeva, Team Leader dari tim flying trapeze, The Nikolaevs dalam keterangan tertulis, Senin (24/6).

Bahkan, ungkap Mayya, setiap aksi yang dilakukannya bersama tim memiliki tantangan yang berbeda. Seperti yang akan dilakukannya dalam aksi flying trapeze di Pondok Indah Mall (PIM) pada 1 Juni–7 Juli 2019.

Kali ini, bersama timnya, The Nikolaevs, ia akan menyajikan pertunjukan dengan tingkat kesulitan lebih tinggi. Yakni dengan menggunakan empat platform. Untuk itu, enam orang dalam timnya berasal dari atlit kelas dunia, yang merupakan profesional di bidang olahraga akrobatik dan senam.

Atraksi flying trapeze memang sengaja dihadirkan untuk memberikan pengalaman menegangkan secara langsung bagi pengunjung PIM. Perasan seakan ikut melayang di udara setiap kali para pemain The Nikolaevs berganti ayunan.

“Ini menjadi tantangan tersendiri bagi tim, sekaligus menjadi pertunjukan kelas dunia yang menarik untuk ditonton. Kami sangat bangga karena bisa menunjukan seni pertunjukan akrobatik yang berkualitas kepada seluruh pengunjung PIM,” sambungnya.

Atraksi flying trapeze merupakan rangkaian acara ‘Hari Raya Festival’. Atraksi dunia lainnya uang ditunjukan adalah wahana musim dingin baru ‘Snow Storm’ yang akan berlangsung hingga 14 Juli 2019.

‘Snow Storm’ merupakan sebuah wahana bermain salju baru yang dihadirkan dalam rangkaian acara Hari Raya Festival kali ini. Wahana musim dingin ini mampu memberikan sebuah pengalaman bagaimana rasanya diterpa oleh bulir-bulir salju yang menyerupai aslinya.

Rasakan bulir salju Snow Storm seperti di luar negeri. (Istimewa)

Eka Dewanto, General Manager PIM mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat urban. Maka dari itu, PIM selalu memberikan hiburan yang spesial dan menyajikan pertunjukan berkualitas kelas dunia yang sesuai bagi para pengunjung.

“Di momen Lebaran dan Libur Sekolah ini kami menghadirkan sebuah permainan yang memberikan sensasi baru bagi para pengunjung setia PIM melalui wahana Snow Storm. Tidak lupa kami juga menghadirkan kembali sebuah pertunjukan akrobatik kelas dunia yang selalu dinantikan setiap tahunnya, yaitu Flying Trapeze,” terangnya.

Dengan adanya wahana baru ini pengunjung dapat merasakan bagaimana serunya bermain salju layaknya di luar negeri. Untuk dapat menikmati permainan Snow Storm, pengunjung dapat mengunjungi Lantai Dasar Atrium Utama PIM 2. Tiket dapat dibeli seharga Rp 100 ribu dengan durasi permainan selama ±30 menit.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah