Rasa Tahu Temas Yang Menggoda

Tidak hanya Sumedang, Kediri atau Jombang sebagai daerah yang terkenal penghasil tahu. Makanan, berbahan dasar kedelai ini juga banyak diproduksi di Kota Batu. Rasanya? Juga tidak kalah. Bertekstur lembut, dan menggoda bagi bagi siapa untuk mencicipinya. Salah satu, tahu andalan di Kota Dingin ini diproduksi di Jalan Wukir, Kelurahan Temas, Kota Batu. Tahu 3 S Prima Rasa namanya.

KOTA BATU – Tidak hanya Sumedang, Kediri atau Jombang sebagai daerah yang terkenal penghasil tahu. Makanan, berbahan dasar kedelai ini juga banyak diproduksi di Kota Batu. Rasanya? Juga tidak kalah. Bertekstur lembut, dan menggoda bagi bagi siapa untuk mencicipinya. Salah satu, tahu andalan di Kota Dingin ini diproduksi di Jalan Wukir, Kelurahan Temas, Kota Batu. Tahu 3 S Prima Rasa namanya.

Pengawas pabrik tahu 3 S Prima, Purnomo mengatakan, dalam sehari membutuhkan 900 kilogram sampai 1 ton kedelai untuk bahan baku untuk produksi tahu. Jumlahnya, memang cukup banyak. Karena itu, pekerjanya pun sampai 10 orang. Meski besar, namun usaha ini masih seperti pabrik tahu pada umumnya. Yang menganggtungkan pada bahan baku kedelai impor.

“Bahan bakunya dari Batu, namun dapatnya ya dari luar,” kata dia. Meski demikian, selama ini tidak ada kendala untuk pasukan bahan baku. “Semoga saja sampai kedepan nantinya normal,” kata dia. Tidak ada bahan baku harganya naik, atau langka. Pabrik Tahu 3S ini, adalah salah satu yang terbesar di Kota Batu. Hasilnya produksinya yang melimpah, mensuplai untuk Malang Raya.

“Banyak, Kota Batu sampai Kabupaten Malang dan ada ke Kota Malang,” kata dia. Usia usaha ini memang sudah tidak muda lagi. Lebih dari 10 tahun, dan masih terus bertahan sampai sekarang. Bisa menjaga kualitas, adalah kunci dari kelangsungan pabrik tahu yang dimiliki Sutrisno ini. Untuk harga, juga masih terjangkau. Seperti tahun cokelat, mulai dari Rp 300 sampai Rp 500.

Untuk yang tahu putih atau tahu susu, harganya mencapai lebih mahal, mulai dari Rp 1600 sampai Rp 2000. Soal rasa, tahun ini sudah tidak perlu diragukan lagi. “Orang bilang rasanya paling enak,” kata dia sambil tertawa.  Itu terbukti, selain sudah punya pelanggan tetap, rasa tahu ini juga mudah diterima dan bisa bertahan sampai sekarang.

Pewarta : Aris Dwi
Foto : Bayu Eka