Rapat Pemutakhiran di KPU, Kota Batu Sumbang 3 Ribu Pemilih Baru

KOTA BATU – Pendekatan terhadap pemilih pemula cukup efektif untuk mendulang suara. Diperkirakan ada sekitar 3 ribu pemilih pemula yang bisa memberikan hak suara pertamanya pada Juni tahun depan. Mereka adalah generasi milenial atau generasi muda kelahiran 1980–2000.

Adanya 3 ribu pemilih pemula itu diketahui dalam rapat koordinasi Pelaksanaan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan Semester II tahun 2017 di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batu siang kemarin (30/11).

Rapat itu membahas perkembangan pemutakhiran data pemilih yang nantinya akan digunakan untuk Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur. Pembahasan itu diikuti Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil), Badan Pencatatan Statistik, Polres Batu, dan Panwaslu Kota Batu.

”Kami prediksi ada penambahan jumlah pemilih. Mereka baru menginjak usia 17 tahun sebelum pilgub digelar,” kata Komisioner Bidang Perencanaan dan Data KPU Kota Batu Ashar Chilmi usai memimpin rapat koordinasi.

Dia lantas menyebutkan, pada pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batu 2017, jumlah pemilih sebanyak 147.975 orang. Diperkirakan, pada saat pilgub nanti jumlahnya meningkat pada kisaran 151.000 pemilih. Dengan demikian, ada peningkatan kurang lebih 3.025 pemilih baru.

Nah, pemilih baru inilah yang diperkirakan berasal dari penduduk Kota Batu yang baru menginjak usia 17 tahun sebelum pilgub digelar. ”Namun, bisa jadi juga berkurang, karena dikurangi yang sudah meninggal,” terang dia.

Dia mengakui, hingga saat ini, data pemilih itu belum bisa dipastikan. Rencananya, pada 19 Januari sampai 18 Februari mendatang baru akan dilakukan pencocokan dan penelitian (coklit).

”Dari coklit itu nanti akan kami susun menjadi daftar pemilih. Kemudian, kami satukan dan perbaiki menjadi daftar pemilih sementara (DPS). Bila tidak berubah, akan jadi DPT (daftar pemilih tetap),” beber dia.

Data tersebut akan dijadikan acuan untuk semua logistik kebutuhan Pilgub 27 Juni 2018 mendatang.

Menurut Ashar, rapat koordinasi yang dilakukan tersebut sangatlah penting. Sebab, DPT yang sudah ditetapkan pada pilwali yang dilangsungkan pada tahun 2017 ini pastinya mengalami perubahan. Biak karena baru memasuki usia 17 tahun atau sudah meninggal dunia.

Selain melakukan pemutakhiran data, kemarin juga dilakukan evaluasi terhadap kesulitan atau masalah yang ada di lapangan. Sehingga, nantinya masalah yang ada bisa dipecahkan bersama, dan DPT untuk pilgub bisa tersaji dengan valid.

”Semua pihak memang harus memahami secara utuh, tidak ada yang saling menyalahkan. Baik itu kesalahan penyelenggara, dispendukcapil, BPS, dan aparatur lain, dalam tugas menyusun daftar nantinya,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Pendaftaran Kependudukan Dispendukcapil Kota Batu Kamim Utomo mengatakan, bisa jadi pemilih untuk Kota Batu akan bertambah. Sebab, saat ini masih banyak warga yang wajib memiliki kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). Dari total 166.488 jiwa yang wajib ber-KTP elektronik, hingga saat ini yang belum melakukan perekaman sebanyak 14.765 orang. Sebagian besar mereka adalah pemilih pemula.

Namun, untuk mendukung pilgub nanti, data tersebut masih akan dilakukan coklit. ”Kami sudah buat program update data agar data yang digunakan dalam pilgub dan pileg pada 2019 nanti semuanya benar,” kata dia. (adk/c1/yak)