Ramadan, Panti Pijat-Diskotek di Kota Malang Ikut ‘Puasa’

KOTA MALANG – Menyambut bulan suci Ramdhan 1440 Hijriah, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (BAKESBANGPOL) mengadakan sosialisasi terkait atura-aturan yang berlaku selama Ramadan Hari ini (3/5) di Savana Hotel.

Sosialisasi ini dihadiri Wali Kota Malang, Sutiaji beserta Wakilnya, Sofyan Edi, dan perwakilan jajaran instansi lain. Dalam paparan sosialisasinya, Sutiaji membeberkan beberapa peraturan diantaranya ketetapan penutupan total hiburan malam dan beberapa fasilitas hotel.

Aturan tersebut berdasarkan Undang-undang Nomor 4 Tahun 2019 tentang menyambut dan menghormati Bulan Suci Ramadhan. Lebih detail dalam peraturan tersebut tercantum imbauan dan larangan yang ditujukan kepada para pelaku usaha, baik industri hiburan malam maupun umum, umat muslim serta non muslim.

”Agar tidak terjadi disparitas pada masing-masing, mari saling menghormati, bagi para pelaku usaha bisa digunakan untuk merenovasi atau menata ulang usaha-usahanya,” ujarnya.

Industri hiburan yang dimaksud adalah, diskotik, panti pijat, spa, pub, bar, karaoke, kafe dan klub malam. Sedangkan untuk panti pijat tuna netra, refleksi, dan spa khusus wanita dapat buka seperti biasa. Tak hanya itu, fasilitas hotel seperti spa, shiatzu, diskotik, pub, bar, karaoke, kafe dan klub malam yang merupakan bagian dari fasilitas hotel juga harus ditutup.



”Aturan tersebut untuk menciptakan Kota Malang tetap tertib dan kondusif dengan kesamaan pemahaman selama bulan Ramadhan,” tegas dia.

Sedangkan bagi usaha billiard Sutiaji mengimbau jam buka mulai pukul 20.00 hingga 02.00 WIB. Untuk play station, serta permainan ketangkasan dan sejenisnya dibuka dari pukul 13.00 sampai 17.00 WIB, kecuali pada hari Minggu bisa buka pada pukul 10.00 WIB.

Pewarta: Rida Ayu
Penyunting : Kholid Amrullah
Foto: Darmono