Quartet Latin versus Duo Latin, Siapa yang Akan Berjaya, Arema FC atau Sriwijaya FC?

Ok riq

*Vizcarra-Pino Siap Lawan Hilton-Beto

MALANG KOTA – Pertarungan Arema FC melawan Sriwijaya FC malam ini (kickoff pukul 18.30 WIB) di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, menjadi ajang adu skill para pemain Latin di kedua tim ini.

Arema FC dipastikan memainkan empat pemain asal Amerika Latin yang dimiliki. Esteban Vizcarra misalnya yang hanya bermain sebentar karena cedera, mendapatkan garansi sudah bisa dimainkan.

Empat pemain (quartet) Latin milik Arema FC selain Vizcarra yang dari Argentina, ada Arthur Cunha (Brasil), Juan Pablo Pino Puello asal Kolombia, dan Cristian Gonzales (Uruguay). Khusus Gonzales, dia sekarang sudah naturalisasi menjadi pemain Indonesia.



Sedangkan Sriwijaya FC hampir pasti memainkan dua (duo) pemain Brasil mereka, yakni Beto Goncalves dan Hilton Moreira. Dua pemain ini pernah membela Arema FC.

Pelatih Arema FC Aji Santoso memastikan empat pemain Latin tersebut bisa diturunkan. Di tim ini yang tidak bisa diturunkan hanya Bagas Adi Nugroho dan Hanif Sjahbandi yang membela Timnas U-22. Kendati demikian, Aji enggan menyebut ketiganya akan dipasang sebagai starter atau tidak. ”Sore ini (kemarin) kami lihat perkembangan terakhir mereka,” katanya.

Dari hasil latihan terakhir kemarin, besar kemungkinan jika Vizcarra, Cunha, dan Gonzales akan diturunkan bersamaan. Sementara untuk Pino, Aji masih menyimpan teka-teki. Namun, dia memastikan tidak akan menurunkannya secara penuh 90 menit untuk bermain.

”Dia (Pino) habis cedera. Sebelum melawan Bali United (17/6), dia mengalami cedera,” kata Aji. Lantas, imbuh dia, marquee player Arema FC itu belum sembuh dari cedera saat melawan PS TNI pada Senin lalu (3/7). Dia juga menjalani latihan fisik yang minim selama masa penyembuhan. Kendati saat ini sudah sembuh dari cedera dan siap turun melawan Sriwijaya FC, kondisinya belum 100 persen fit.

”Dia hanya latihan dua kali pasca melawan Bali United,” imbuhnya.

”Dan saya yakin, dia masih belum bisa bermain selama 90 menit. Namun, yang pasti dia akan masuk line-up 18 pemain,” jelasnya. Sebagai marquee player, pemain yang pernah bermain di Galatasaray ini memang belum menunjukkan kualitasnya.

Dibanding marquee player di tim lain, kualitas Pino memang cukup jauh. Misalnya, dengan Peter Odemwingie (Madura United) yang sudah mengemas 9 gol. ”Kalau saya memaksa dia bermain 90 menit nanti malah tidak benar. Saya tahu karena juga pernah jadi pemain. Pasti dia tidak kuat kalau harus bermain penuh,” jelasnya.

Meski demikian, Aji tidak khawatir karena di posisi tengah dia mempunyai cukup banyak pemain. Seperti halnya Adam Alis, Ahmad Bustomi, dan Hendro Siswanto. Kondisi pemain Arema ini lebih bisa diandalkan sejak menit pertama dimainkan.

David Setiawan, sport therapist Arema FC, menyatakan, untuk Pino hanya tinggal adaptasi menit bermain saja. Cedera yang selama ini dia alami juga sudah sembuh.

”Dia hanya butuh adaptasi juga dengan pemain lainnya, termasuk Vizcarra. Semua sudah siap bermain,” kata dia. Namun, lanjut David, untuk bermain atau tidak saat melawan Sriwijaya nanti, semua bergantung pelatih kepala. (adk/c2/riq)