Puti Paparkan Kartu Jatim Sehat ke Pekerja Pabrik

Puti Paparkan Kartu Jatim Sehat ke Pekerja Pabrik

RADAR MALANG ONLINE – Pasangan Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno semakin intensif bertemu warga masyarakat jelang Pilkada Jatim yang kurang dari 34 hari lagi. Rabu (23/5), Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Jawa Timur (Jatim) Puti Guntur Soekarno bertemu para pekerja pabrik PT Sekar Laut Tbk di Sidoarjo. Cawagub nomor urut 2 itu, ditemani Fatma Saifullah Yusuf, istri Gus Ipul.

Kehadiran keduanya disambut dengan penuh kehangatan dan tepuk-tangan yang bergemuruh. Puti dan Fatma menyambut dengan lambaian tangan ke semua orang sambil menebarkan senyum ramah. “Selamat datang Mbak Puti, calon pemimpin Jawa Timur. Terima kasih telah berkunjung ke tempat kami, bertemu para karyawan,” sapa pembawa acara melalui pengeras suara.

Gambar-gambar Gus Ipul-Puti Guntur dipamerkan para karyawan juga sebagai sambutan pada Puti Guntur dan Fatma. “Semoga Gus Ipul dan Mbak Puti terpilih menjadi gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur,” kata seorang pekerja bernama Sumiati.

Puti Guntur Soekarno dan Fatma Saifullah Yusuf saat mengunjungi PT Sekar Laut Tbk, Rabu (23/5). (Dok.Tim Media Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno)

Pada kesempatan itu, Puti memaparkan beberapa program kerjanya bila kelak memenangi Pilkada. Dia mengangkat rencana pemberian anggaran kesehatan dari Pemprov Jawa Timur melalui program “Kartu Jatim Sehat”. Program itu ditujukan bagi masyarakat Jatim yang belum tercover BPJS.



“Gus Ipul dan saya akan menyusun komposisi anggaran pembangunan yang berpihak pada kepentingan rakyat,” papar Puti.

Puti juga kembali menjelaskan, rencana pendidikan gratis untuk SMA Negeri dan SMK Negeri. “Gus Ipul dan saya juga akan membebaskan biaya pendidikan untuk siswa miskin pada sekolah-sekolah swasta dan madrasah,” tambahnya.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Sekar Laut Tbk Harry Sunogo mengaku gembira atas kunjungan Puti Guntur Soekarno dan Fatma Saifullah Yusuf. Harry pun menitipkan layanan perijinan usaha yang menurutnya harus cepat, murah dan terjangkau. Hal tersebut untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur.

“Saya berharap masalah perijinan untuk usaha, dipermudah agar pengusaha juga mudah dalam mengembangkan usahanya,” harap Harry.

(did/JPC)