Puti memang selayaknya bisa memanfaatkan nama kakeknya.

Puti memang selayaknya bisa memanfaatkan nama kakeknya.

Pengamat politik Unair Airlangga Pribadi Kusman menilai, Puti perlu membuktikan bahwa pencalonan dirinya sebagai Bakal Calon Wakil Gubernur (Bacawagub) Jatim tidak sekadar menunggangi nama Soekarno. Puti harus membuktikan dengan kinerja konkret untuk menarik hati pemilih.

Misalnya dengan program-program yang populis serta kepemimpinan yang disegani. “Sehingga ikatan biologis (sebagai trah Soekarno, red) tidak cukup untuk bertarung pada pilkada,” jelas Airlangga kepada JawaPos.com, Kamis (11/1).

Sebagai bapak bangsa, lanjut Airlangga, nama Soekarno masih menjadi magnet besar untuk menggaet suara pemilih. Dinasti politik Soekarno akan terus berlanjut. Tidak hanya dikenal satu generasi saja. Generasi milenial pun juga banyak yang mengagumi Soekarno. Anak-anak muda tetap menjadi bidikan Puti. Selain pemilih perempuan tentunya.

Puti memang selayaknya bisa memanfaatkan nama kakeknya. Dia tidak perlu risau lagi dengan mesin partainya. Secara ideologis, kader dan simpatisan PDIP sudah tidak perlu diragukan jika ada klan Soekarno yang bertarung dalam panggung politik. Hampir dipastikan mereka akan all out untuk mencari suara.

Contohnya saat Guruh Soekarno Putra mencalonkan diri sebagai calon legislatif. Tidak sedikit pengamat yang memprediksi bahwa Guruh gagal ke Senayan karena persiapan yang minim. Namun kenyataannya, dia melenggang mulus karena mesin partai PDIP yang bergerak.

Hal itu diprediksi juga akan terjadi pada Puti. “Memang nama Soekarno di Jatim sangat mempengaruhi semanagat PDIP,” ucap Airlangga.

Hanya saja, Airlangga memberikan catatan. “Pilkada itu kombinasi dua hal. Figur dan penguasaan teritorial,” ujar alumnus Ilmu Politik FISIP Unair tersebut.

Untuk figur, Puti sudah punya cukup modal dengan nama kakeknya. Namun yang perlu dibuktikan adalah penguasaan teritorial. Airlangga menilai, Puti perlu berlari kencang untuk memahami kondisi Jatim. Sebab pesaingnya, yakni Bacawagub Jatim Emil Dardak, sudah punya modal matang sebagai Bupati Trenggalek. “Saya kira nantinya wilayah Mataraman yang sengit. Basis massanya besar,” tegasnya.


(did/JPC)