Puskesmas Cisadea Pantau Kelahiran Bayi Pakai Apem

KOTA MALANG – Bayi dengan kondisi prematur kerap membuat ibunya was-was. Penanganan kondisi bayi seperti itu tak boleh sembarangan dan harus dibantu pihak medis. Jika tidak, banyak risiko yang bakal mengancam. Terkait permasalahan itu, Puskesmas Cisadea tak mau kecolongan. Bayi di wilayah Puskesmas Cisadea harus terpantau sejak di perut ibu.

“Banyak kejadian bayi lahir prematur, kemudian stunting tapi kita kecolongan. Saya berpikir wah nggak bisa nih kita kecolongan. Pokoknya kita harus pantau bayi sejak di perut ibu agar jangan sampai ada bayi yang lolos,” terang Kepala Puskesmas Cisadea, Kustiningtyas.

Tahun 2018, Puskesmas Cisasea kemudian membuat program aplikasi pemantauan ibu hamil (Apem Bumil). Puskesmas Cisadea menggunakan microsoft excel untuk memetakan data ibu hamil di 36 RW Kelurahan Purwantoro dan Blimbing. Data tersebut terbagi menjadi kolom golongan ibu tri semester 1, 2, hingga tiga.

“Jadi ini kalau saya ditanya berapa jumlah ibu hamil usia 1, 2, 3 bulan. Saya punya semua datanya. Kami dibantu kader kesehatan masing-masing wilayah untuk mengumpulkan datanya,” terang ahli gizi Puskesmas Cisadea, Nurul Hidayati, S.ST.

Dalam database itu juga memetakan ibu dengan risiko kehamilan. Risiko yang dipetakan yakni ibu sangat kurus, ibu usia lebih dari 35 tahun, dan ibu yang memiliki hemoglobin kurang dari 12. Ibu yang terdeteksi kurus akan diberi nutrisi tambahan dan intervensi. Sementara ibu di atas 35 tahun akan dipantau karena kerentanan lemahnya stamina.

“Kalau hemoglobin di bawah angka 11 ya kita tambahi tablet tambah darahnya jadi 2 tablet dalam sehari. Kalau normalnya, satu aja cukup,” tambah Nurul.

Nurul berharap, dengan adanya program ini kondisi ibu setiap bulannya dapat terpantau. Sehingga ketika bumil ada sesuatu mungkin perpindahan alamat keluar kota, Puskesmas Cisadea sudah mengetahuinya. “Intinya misal ada 40 bumil ya lahir harus segitu, nggak boleh kurang. Kalau lebih berarti kembar. Kita pantau gizinya terus sampai besar,” tutupnya sambil bercanda.

Pewarta: Rida Ayu
Foto: Rida Ayu
Penyunting: Fia