Punya Rumah Sakit Sendiri, hingga Koas ke Arab Saudi, Inilah Nilai Plus Kuliah di FK UIN

KOTA MALANG – Mulai Rabu (15/1), siswa kelas XII SMA/SMK sudah bisa mendaftarkan diri untuk mengikuti SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Nasional).

Bagi yang ingin kuliah di FK (Fakultas Kedokteran) di Malang, pilihannya beragam. Salah satunya di FKIK (Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan) UIN Maliki (Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim).

Apa saja nilai plus kuliah di FK UIN Maliki? Berikut ulasannya.

1. Bakal Jadi Dokter Religius

Di UIN Malang, setiap maba (mahasiswa baru), termasuk dari FKIK wajib masuk Ma’had atau asrama selama dua semester. Khusus untuk mahasiswa FKIK akan ditempatkan di Ma’had Kedokteran atau Mabna Ar-Razi yang lokasinya berada di Kampus II UIN aliki di Kota Batu.

Selama di asrama, para mahasiswa juga mendapatkan pembekalan tentang agama islam. Jadi, diharapkan, ketika lulus nanti, mereka akan menjadi pribadi yang religius.

2. Bakal Punya Rumah Sakit Pendidikan

Bersamaan dengan dibukanya FKIK, UIN Maliki Malang juga menyiapkan pembangunan rumah sakit pendidikan. Rencananya, pembangunan rumah sakit ini akan dilakukan mulai tahun ini. Lokasinya di Kampus II UIN Maliki Malang di Kota Batu.

Sembari menunggu rampungnya pembangunan rumah sakit itu, saat ini UIN Malang memanfaatkan RST Soepraoen sebagai rumah sakit pendidikannya. Berbagai praktik dan transfer ilmu telah dijalin UIN Malang bersama Kesdam V Brawijaya.

3. Bisa Koas di Saudi Arabia

Beberapa waktu yang lalu, Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris, M.Ag mengatakan bahwa sejumlah mahasiswa kedokteran akan dikirim koas (ko asisten) atau praktik menjadi asisten dokter di Saudi Arabia. Keberangkatan mereka direncanakan Bulan Juli.

Ya, di Jurusan Kedokteran UIN Malang, mahasiswa disediakan pilihan kompetensi dokter haji. Sehingga mahasiswa yang memilih fokus itu akan dikirim ke Saudi Arabia untuk belajar memeriksa jamaah haji disana.

Pewarta: Rida Ayu
Foto: Humas UIN Malang

Editor : Indra M