Punya Kompetensi, Lulusan SMK Bisa Jadi Tenaga Ahli

MALANG KOTA – Peluang kerja di luar negeri masih terbuka lebar. Terutama bagi lulusan SMK maupun perguruan tinggi. Dengan kompetensi yang dimiliki, mereka bisa menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) di sektor formal sebagai tenaga ahli.

Hal itu diungkapkan Sudiharto, Subdik Harmonisasi Kompetensi  Divisi Pemetaan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) dalam sosialisasi peluang kerja di luar negeri di aula Yayasan Bina Mandiri, di Jalan Kartini, Kota Malang, kemarin (23/4) .

”Hingga tahun 2030 mendatang, Indonesia mendapat bonus demografi, di mana tenaga kerja di sektor pemuda membeludak. Namun hal tersebut dapat menjadi ancaman pengangguran atau peluang dalam ketenagakerjaan,” terangnya di hadapan 150 peserta yang rata-rata terdiri dari guru SMK tersebut.

Menurut Sudiharto saat ini penyumbang pengangguran tertinggi adalah dari lulusan SMK, yaitu 78 persen. Sudiharto menilai, rendahnya lulusan SMK terhadap produktivitas tenaga kerja, terdapat pada guru di beberapa sekolah yang kurang kompetitif, serta dalam kurikulum pengajaran yang dinilai masih kurang dalam hal praktik di lapangan kerja.

”Ya seperti di Amerika, dalam sekolah kejuruan yang ada di sana. Para siswanya hanya menghabiskan waktu di sekolah dua hari. Sisanya ya di pabrik,” terangnya.



Sudiarto juga menilai mereka yang lulusan SMK berpeluang mengisi posisi tenaga ahli di luar negeri. Meskipun diakui perlu keberanian bagi mereka untuk bekerja di sektor formal ke luar negeri. ”Yang terjadi saat ini, banyak sekali lulusan SMK yang masuknya malah ke sektor informal, yakni sebagai buruh maupun asisten rumah tangga,” ujar Sudiarto.

Sementara itu, Direktur Bina Mandiri Karnaka menyatakan, para lulusan SMK maupun lulusan S-1 tidak minder saat memutuskan menjadi TKI. ”(Menteri Keuangan, Red)  Sri Mulyani juga dulu TKI”, ujarnya. Meskipun diakui Karnaka, hingga saat ini masyarakat mempersepsikan TKI identik dengan pekerjaan asisten rumah tangga ataupun buruh.

Karnaka menjelaskan, saat ini sudah cukup banyak tenaga kerja sektor formal yang sukses di luar negeri. Dia lantas menceritakan perjuangannya beberapa TKI yang memulai karir dari awal. Mereka bekerja sebagai jabatan yang awalnya rendah, namun sekarang menjadi sukses di bidangnya. ”Seperti TKI yang bekerja di Kwait. Awalnya dia dari jurusan IT bekerja hanya sebagai pengawas CCTV di sebuah hotel, sekarang dia sudah menjadi manajer di hotel tersebut,” terangnya.

Pewarta               : nr4
Copy Editor         : Amalia Safitri
Penyunting         : Ahmad Yani