Puluhan Tim Al-Banjari Berebut Syafaat di Naura Ramadan Radar Malang

Salah satu grup Al Banjari saat tampil di acara Naura Ramadan Radar Malang

KOTA MALANG – Sebanyak 40 tim Al-banjari hari ini (14/5) berkompetisi sekaligus berebut syafaat sholawat pada Naura Ramadan yang digagas Jawa Pos Radar Malang. Puluhan tim tersebut berlomba-lomba meraih nilai maksimal 1000 dari 3 indikator penilaian yakni vokal, musikal, dan adabiyah.

Salah satu tim Al-banjari yang tampil pada hari ini adalah tim bernama Zahira Rota ‘Asyar dari Bandulan. Disaat yang lain membawa 4 rebana dan 4 bass kulit, tim ini justru mengganti 1 bass kulit menjadi bass drum yang besar. Anggotanya pun rata-rata wanita berumur 35 hingga 45 tahun, berbeda dengan yang lain rata-rata berumur 30 tahun kebawah.

“Kita latihannya cuma 2 hari. Nggak berharap juara cuma mau ngejar syafaatnya Rasulullah. Kan kalau ibu-ibu ini biasanya kalau di rumah udah sibuk ngurus anak, masak, dan lain-lain susah banget nyempetin waktu buat sholawatan. Nah acara ini jadi kesempatan kami untuk tanam pahala, meskipun udah khawatir ini jamnya anak saya pulang,” cerita vokalis Zahira Rota ‘Asyar, Siti Asiyah pada radarmalang.id.

Menurut wanita yang akrab disapa Asiyah ini, ia bersama timnya sejak 8 tahun yang lalu biasanya tampil ber-18. Sehingga untuk penampilan kali ini sangat disayangkannya hanya boleh membawa anggota 10. Tim ini sendiri menyanyikan lagu Ya Asyiqol dan Ya Abal Hasanain.

“Kalau secara perform sih alhamdulillah nggak banyak pengaruhnya. Tapi jadi kasihan sama temen-temen kita yang nggak ikut,” ujarnya.

Cerita lain datang dari tim Al-Irfan yang berasal dari UKM Seni Religius Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang. Bersma 9 temannya dengan dresscode biru kuning, Tsabitul Azmi bercerita bahwa dirinya hanya melakukan latihan H-1 perlombaan. Mahasiswa Hukum Tata Negara ini mengatakan bahwa ia bersama temannya tidak terlalu memikirkan berapa poin yang akan di dapat.

“Kita nyanyi Ya Nabi dan Busyrolana. Kalau kita mah yang penting bisa meneyemarakkan bulan Ramadan dengan kegiatan-kegiatan seperti ini. Menanam pahala, cari syafaat, cari berkahnya, menang itu cuma bonus. Yang pasti nanti kita tetap tampil maksimal dan nggak malu-maluin,” terangnya.

Untuk penilaian hari ini ada e juri kompeten yang dipilih panitia. Yakni Ustadz Muhammad Yunus dari Pesantren Ainul Yakin Unisma, Fathur Rohman, dan Ustad Makin dari IQSAS grup Al-Banjari Malang.

Penilaian maksimal 1.000 poin terdiri dari vokal 400 poin, musikal maksimal 300 poin, dan adabiyah 300 poin. Vokal diantaranya meliputi kualitas suara, power, teknik, hingga pembawaan. Secara musikal terdiri antara lain dikihat dari harmonisasi, variasi pukulan, sampai irama dasar Al-Banjari. Sedangkan secara adabiyah di nilai dari penjiwaan, ekspresi, tajwid, hingga kostum.

Hari ini akan dipilih 3 pemenang yang masing-masing mendapatkan uang pembinaan dan sertifikat. Gelaran Al-Banjari menurut Selma merupakan rangkaian kegiatan Naura Ramadan yang bertujuan untuk menyemarakkan Ramadan sekaligus memperingati ulang tahun Jawa Pos Radar Malang.

Pewarta: Rida Ayu
Penyunting: Kholid Amrullah
Foto: Rida Ayu