Puluhan Ribu Siswa SMP Ikut Tryout Kejujuran

Tryout Kejujuran Radar Malang sangat baik untuk melatih kejujuran siswa. Selain itu, budaya literasi siswa juga meningkatkan kompetensi mereka untuk mendalami materi ujian nasional (UN).

MALANG KOTA Tryout Kejujuran tingkat SMP/MTs yang digelar Jawa Pos Radar Malang dan Dinas Pendidikan (Disdik) di Malang Raya bekerja sama dengan Primagama, kemarin (6/3), diikuti dengan riang gembira oleh 31.008 siswa-siswi dari 257 SMP/MTs se-Malang Raya.

Siswa-siswi mengerjakan soal di berbagai tempat. Misalnya mengerjakan di kelas, taman, musala, dan di gazebo sekolah. Khusus siswa-siswi Kota Batu ditempatkan di GOR Gajahmada, Jalan Sultan Agung.

SMPN 5 Kota Malang adalah yang paling pagi mengerjakan soal tryout. Di sekolah itu, Tryout Kejujuran dilaksanakan pukul 06.10. Meskipun lebih pagi, dalam pantauan koran ini, tidak ada siswa yang terlambat datang ke sekolah. Semuanya datang tepat sebelum pengerjaan soal dimulai.

Proses pengerjaan soal juga berjalan dengan kondusif, meski tidak ada guru yang memantau langsung di kelas. Lokasi tempat duduk siswa pun dikemas seperti saat jam pelajaran di kelas biasanya.

Salah satu siswa kelas IX SMPN 5, Aisyah Putri Amanda mengaku, soal dalam Tryout Kejujuran itu lebih sulit dan waktunya lebih pendek. ”Biasanya 40 soal dikerjakan 60 menit. Ini 100 soal 60 menit,” cerita dia. Namun, Aisyah mengaku tetap enjoy dalam mengerjakan soal.



Demikian pula dengan Wagis Sintia. Dia mengungkapkan, Tryout Kejujuran Jawa Pos Radar Malang baik untuk melatih kejujuran. ”Saya sendiri masih kesulitan. Sempat tanya ke teman untuk soal yang sulit. Hehe,” katanya.

Namun, dengan tidak adanya pengawas, menurut Wagis Sintia, mengerjakan soal jadi nyaman. ”Rasanya tidak ada tekanan langsung, Mas. Kalau ada pengawas, ada rasa takutnya,” imbuh dia.

Kepala SMPN 5 Kota Malang Burhanuddin menyatakan, kegiatan tryout memang dikerjakan lebih pagi dari sekolah lain. ”Siswa kelas IX SMPN 5 Kota Malang, memang selalu diminta datang pagi, karena ada jam tambahan pelajaran di sekolah,” terang dia. Jadi, tidak ada keberatan dengan dilaksanakan tryout pukul 06.10.

Menurutnya, Tryout Kejujuran Radar Malang sangat baik untuk melatih kejujuran siswa. Selain itu, budaya literasi siswa juga meningkatkan kompetensi mereka untuk mendalami materi ujian nasional (UN).

Meskipun sekarang sudah fasenya menggunakan komputer, ujian kertas tidak kalah pentingnya. ”Ujian kertas tetap dapat dimanfaatkan untuk mengukur kompetensi siswa dengan sangat relevan,” pungkasnya.

Pewarta: Tim Radar Malang
Penyunting: Kholid Amrullah
Foto: Doli Siregar