Puluhan Ribu Penduduk Madiun Masih Miskin Sinergi Jawa Pos

Data yang berdasar Surat Keputusan (SK) Menteri Sosial Nomor 57 HUK/2017, Kecamatan Taman menjadi sarang warga miskin di kota seluas 33,3 kilometer persegi itu. Kecamatan tersebut menyumbang 3.276 kepala keluarga (KK) dengan 11.441 jiwa. 

Data warga miskin di Kota Madiun itu muncul bersamaan pembahasan kelanjutan program septic tank masal tahun 2018. Sekda Maidi terang-terangan membeber data-data memprihatinkan itu di depan para lurah. 

Maidi menyebut Taman sebagai kecamatan paling luas mencakup 12,46 kilometer persegi. Sementara Kartoharjo 10,73 kilometer persegi dan Manguharjo 10,12 kilometer persegi. 

‘’Dari yang sudah dipetakan, warga miskin rata-rata tinggal di sejumlah kawasan permukiman tertentu,’’ bebernya.



Maidi mengatakan, tidak ada yang membedakan antara banyaknya warga miskin di Taman dengan di kecamatan lain. Sebab, warga miskin harus memenuhi sembilan indikator. 

Di antaranya, ketidakmampuan memenuhi sandang, pangan, papan; tidak ada akses kebutuhan hidup dasar lain; dan tidak memiliki jaminan masa depan. Sederet indikator itu harus diurai satu per satu untuk menekan peningkatan angka kemiskinan. 

Pemkot mengupayakan sejumlah peningkatan kesejahteraan dengan cara lain tahun depan. Yakni, pemenuhan kebutuhan lingkungan warga. Mulai akses jalan, lampu penerangan, hingga pengolahan sampah. 

Semua bersumber dari aspirasi masyarakat yang disuarakan melalui musrenbang hingga proyek prestisius tahun depan dipastikan nol. Kecuali, melanjutkan proyek gagal yang tersangkut masalah hukum. 

‘’Tapi kalau sifatnya harus melanjutkan seperti gedung baru DPRD dan Embung Pilangbango, ya kami lanjutkan,’’ tegas Maidi.

(mn/naz/sib/sib/JPR)