Puluhan Kilogram Narkoba Direbus, Beberapa Orang Merasa Oyong | JawaPos.com

Puluhan Kilogram Narkoba Direbus, Beberapa Orang Merasa Oyong | JawaPos.com

JawaPos.com – Asap putih membumbung Tinggi di Mapolda Sumatera Utara (Sumut), Selasa (31/7) petang. Asap itu berasal dari pemusnahan barang bukti narkoba hasil pengungkapan dalam beberapa bulan terakhir.

Pemusnahan juga langsung dilakukan Kapolda, Kepala BNNP Sumut, Kejati Sumut dan beberapa instansi lainnya. Total barang bukti yang dimusnahkan adalah, 48,3 Kg sabu-sabu; 73, 6 kg ganja dan 280 butir pil ekstasi. Jumlah barang bukti yang dimusnahkan itu, berasal dari 23 kasus dengan jumlah tersangka 40 laki-laki dan dua perempuan.

Sebenarnya, total barang bukti yang berhasil disita dari para tersangka adalah 115 kilogram sabu-sabu dan 74 kilogram ganja serta 300 butir pil ekstasi. Sebagaian barang bukti ini dimusnahkan karena, sisanya masih dalam proses di pengadilan dan disimpan untuk kepentingan penelitian di Puslabfor Polda Sumut.

Para pelaku yang kakinya ditembak polisi. (Prayugo Utomo/JawaPos.com)

“Nanti ada pemusnahan tahap dua ya, setelah rampung di pengadilan,” kata Kapolda Sumut, Irjen Paulus Waterpauw.

Sabu-sabu yang ditaksir bernilai hampir Rp 49 miliar itu, dimusnahkan dengan cara direbus ke dalam air. Begitu juga dengan ekstasinya. Sedangkan untuk barang bukti ganja, dimusnahkan dengan dibakar.

Sontak asap mengepul kemana-mana. Bahkan bau asap hasil rebusan narkoba masih terasa dari jarak jauh. Beberapa awak media yang meliput mengaku oyong saat karena asap yang terhirup.

Paulus menjabarkan, barang bukti itu adalah hasil pengungkapan kasus selama April hingga Juli 2018. Operasi penangkapan dilakukan dari beberapa lokasi. Sebagian besar dari pelakunya adalah jaringan narkoba Internasional Malaysia-Aceh-Sumut.

Menurut Paulus peredaran narkoba di Sumatera Utara masih terbilang tinggi. Jaringannya pun mengakar hingga ke bawah. Para pelaku tidak jera. Padahal beberapa pelaku sudah tewas karena ditembak polisi.

Paulus berharap, Polri, TNI, pemerintah, BNN dan masyarakat bersinergi memberantas narkoba. Masyarakat juga diminta untuk jangan sungkan mengadukan ke petugas berwajib jika mencurigai ada peredaran narkoba disekitarnya.

Saat pemusnahan, 42 tersangka itu dihadirkan. Mereka sempat ditanyai oleh Paulus untuk tidak mengulangi perbuatannya. Semuanya tertunduk. Berusaha menutup wajah dari sorotan kamera. Diantaranya juga tampak memegangi kakinya yang bolong dibedil polisi.

(pra/JPC)