Pulang Kampung, Mahasiswa Asal Papua Ini Siap Kembangkan Pariwisata di Tanah Kelahiran

KOTA MALANG – Dinginnya Malang disebut mahasiswa Papua yang merantau di Kota ini jadi faktor dirinya memutuskan berkuliah disini. Malang dianggap memiliki suhu udara yang hampir sama dengan kampung halamannya di Jayapura, Papua.

“Saya lihat situasi sama dengan Papua, dinginnya, wisatanya, pas semua,” cerita Bulias Kaningga, Mahasiswa Unikama asal Papua.

Mahasiswa jurusan Sastra Inggris yang hari ini baru lulus lewat yudisium Fakultas Bahasa dan Sastra Unikama ini menyebut tepat bila mahasiswa perantau memilih Malang untuk menimba ilmu.

“Selain kan kota pendidikan, jadi banyak teman perantau juga di sini, makanannya juga murah,” candanya ditemui radarmalang.id saat makan di sebuah warteg dekat Kampus.

Bila di Papua, ia mengaku sekali makan bisa 3 kali lipat harga makan di Malang. “Iya itu yang sering diceritakan kakak tingkat saya yang sudah lulus, makan di sini murah, saya jadi tertarik dan setelah kuliah, ternyata benar,” sebut mahasiswa yang kini resmi menyandang Sarjana Sastra ini.



Ditanya soal pendapatnya terkait keributan yang terjadi terkait Insiden warga Jawa Timur dan Papua beberapa waktu lalu, ia mengaku sedih. “Padahal kan ini kota pendidikan, kita seharusnya damai,” sesal Bulias.

Sama seperti kawannya, Amos Koba yang juga berasal dari Papua dan berkuliah di jurusan Sastra Inggris Unikama, Bulias tak ingin melanjutkan mencari kerja di kota besar seperti Jakarta, Surabaya, ataupun Malang sekalipun. “Saya memilih kembali ke Papua,” singkatnya.

Ia bercita-cita pulang dan membangun daerahnya. Mahasiswa yang semasa kuliah pernah ikut Himpunan Mahasiswa Pecinta Alam (Himpa) Unikama ini memang tertarik di bidang pariwisata. Ia punya tekad memajukan wisata di seluruh Papua.

“Akan saya manfaatkan ilmu yang sudah didapat ini, khususnya bahasa Inggris untuk lebih memajukan Papua lewat pariwisata,” tutupnya.

Pewarta: Elfran Vido
Foto: Elfran Vido
Penyunting: Fia