Public-Hearing Pentahelix ala Dewan Baru

MALANG KOTA – Konsep pentahelix yang digagas Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bakal direplikasi DPRD Kota Malang. Kebijakan-kebijakan strategis bakal di-public-hearing-kan.

Akan ada pelibatan banyak unsur sebelum membuat keputusan. Mulai akademisi, komunitas, pengusaha, maupun media bakal diminta saran dewan. Mereka boleh ikut hearing.

Ketua DPRD Kota Malang I Made Rian D.K. menyebut, pihaknya tidak ingin bergerak sendiri dalam pengambilan keputusan. Misalnya dalam pembahasan ranperda dan lain-lainnya akan menggandeng tokoh masyarakat, tokoh agama, komunitas, pengusaha, akademisi, dan mahasiswa.

Tentu sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. ”Nanti kami lakukan public-hearing. Hasilnya bisa dijadikan pertimbangan dalam penetapan kebijakan,” kata politikus PDIP itu.

Sebelumnya, sejumlah kelompok mahasiswa, lembaga swadaya, sudah banyak yang datang ke gedung DPRD Kota Malang. Mereka melakukan hearing dan memberi saran-masukan.

”Karena memang banyak persoalan yang melibatkan masyarakat banyak. Satu orang dan lainnya kadang mempunyai pandangan berbeda. Harapannya public-hearing bisa menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran,” kata dewan dari daerah pemilihan Lowokwaru itu.

Karena menurutnya, kebijakan sebisa mungkin tidak merugikan banyak orang. Meski dia mengakui, tidak mungkin sebuah kebijakan dapat dirasakan manis oleh semua warga Kota Malang. Jadi kata Made, minimal yang dirugikan dalam sebuah kebijakan,  hanya segilintir saja. ”Yang prinsipnya tetap pada kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Pewarta : Fajrus Shidiq
Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Abdul Muntholib