MALANG KOTA – Ratusan mahasiswa Teknik Mesin, Fakultas Teknik Industri (FTI) Institute Teknologi Nasional (ITN) Malang digembleng wawasan industri pertahanan bidang militer. Pasalnya perkembangan perindustrian di Indonesia dalam bidang tersebut harus lebih ditingkatkan dengan kemampuan lulusan mahasiswa teknik.

Wakil General Manager Divisi Munisi PT. PINDAD (Persero) Malang, Eddy Kustriyanto, ST MT menyampaikan, perkembangan industri pertahanan di Indonesia harus melibatkan sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi. Hal itu dirasa generasi muda akan mampu menciptakan inovasi dalam pengembangan produksi khususnya di bidang militer.

“Tentunya pertahanan itu untuk mendorong kemajuan produksi Alat Pertahanan dan Keamanan (Alpanhamkam). Makannya, pemerintah dan perguruan tinggi harus bersinergi agar mampu menciptakan inovasi terbaru,” ujarnya saat ditemui usai mengisi kuliah tamu di ITN Kampus II, Malang hari ini, Kamis (25/10).

Terkait hal tersebut, mahasiswa bisa mengembangkan kemampuan soft skill dan hard skillnya melalui peneletian maupun praktik kerja lapangan (PKL).

“Saya yakin banyak mahasiswa yang memiliki kemampuan menciptakan berbagai inovasi pengembangan. Sangat disayangkan jika hal itu tidak tersalurkan. Tentunya mereka bisa melatih itu lewat PKL maupun penelitian di bidang kinerja industru pertahanan, salah satunya bisa melalui PT. PINDAD,” katanya di Malang hari ini.

Disisi lain, Ketua Himpunan Teknik Mesin ITN, Wisnu Rahman mengungkapkan pengenalan bidang perindustrian militer tersebut diharapkan mampu membuat mahasiswa ITN lebih mengenal dunia kerja.

“Banyak yang bisa mereka dapatkan, salah satunya memperkenalkan mereka dalam dunia kerja teknik industri kemiliteran. Jadi tidak hanya sekedar belajar tentang mesin yang umum saja,” tandasnya.

Pewarta: Arifina
Penyunting: Kholid Amrullah
Foto: Humas ITN