PSIM Tetap di Puncak Sinergi Jawa Pos

Kondisi lapangan yang terendam air akibat guyuran hujan yang cukup deras, sempat mempersulit kedua tim untuk mengembangkan permainan. Kondisi lapangan yang cukup licin ini, ternyata dimanfaatkan dengan baik oleh PSCS Cilacap. Hasilnya, di menit ke 23, eks pemain PSIM Jogja Alberta Rockyawan berhasi menjebol gawang PSIM Jogja yang dikawal Ivan Febri.

Meski kalah, PSIM Jogja tetap bertengger di posisi puncak klasemen dengan nilai 6. PSIM Jogja sejak di laga kedua telah mengamankan tiket Liga 2. Asisten Pelatih PSIM Jogja Ananto Nurhani dalam keterangan persnya susai laga mengaku telah menurunkan komposisi terbaik di laga terakhir ini. Namun kondisi lapangan membuat pola permainan PSIM Jogja tersendat, sehingga sulit menghasilkan gol. ”Babak kedua kami membombardir pertahanan PSCS namun tak ada satu gol pun yang tercipta,” jelasnya.

Dijelaskan sejak awal, timnya menargetkan untuk poin penuh. Namun gol cepat 20 menit awal sempat membuyarkan konsentrasi para pemain. Dijelaskan, selama laga skuadnya telah memberikan penampilan yang terbaik. Namun, PSCS lebih mampu menguasai jalannya pertandingan. ”Bukan menyerah. Kami tetap fight karena menurunkan yang terbaik. Sepertinya Cilacap bersikeras untuk merasakan kemenangan,” jelasnya.

Sementara itu Supriyadi, pemain anyar PSIM mengakui laga kali ini cukup berat bagi para pemain. Sebelum pertandingan, pemain ditarget untuk meraih kemenangan untuk menyempurnakan playoff. ”Sepertinya belum rezeki kami,” jelasnya.
Selain PSIM Jogja, empat tim yang bertahan di Liga 2 melalui jalur playoff yakni Persiraja Banda Aceh juara grup E, PSIR Rembang, Perserang Serang, dan runner up terbaik Persika Karawang.



Setelah laga, tim akan kembali ke Jogja hari ini. Sementara itu, nasib skuad PSIM, masih akan menunggu keputusan manajemen, setelah laga babak playoff. Liga 2 sendiri, saat ini masih akan melangsungkan babak delapan besar, guna mencari tim yang layak promosi ke Liga 1 musim depan.

(rj/ong/ong/JPR)