Psikolog: Jangan Memendam Persoalan

Tingginya kasus bunuh diri di kalangan laki-laki tidak terlalu mengagetkan Elok Halimatus Sa’diyah MSi, dosen Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. Dia pun punya alasan khusus di balik fenomena tersebut. ”Kaum pria itu per hari menggunakan verbal hanya 7 ribu kata, sedangkan perempuan memakai mulai dari 20 ribu hingga 40 ribu kata. Dari situlah dapat dilihat jika kaum pria cenderung lebih tertutup, hal itulah yang kerap memicu depresi,” paparnya.

Depresi yang kerap menjadi alasan pelaku bunuh diri juga mempunyai beberapa alasan. Dia menyatakan, sifat laki-laki memang lebih menyukai tantangan dan kompetisi. Ketika seorang laki-laki gagal meraih apa yang diinginkan, maka depresi tahap awal dimungkinkan terjadi. Jika dibiarkan terus-menerus, kondisi neurotik depresi bisa terjadi. Penderitanya biasa merasa cemas dan gelisah.

”Neurotik depresi inilah yang paling bahaya. Sarannya jangan sampai memendam persoalan selama dua tahun. Jika terus-menerus memendam persoalan hidup, ya akan timbul neurotik depresi,” tambahnya. Di sisi lain, Elok juga menjabarkan sisi perbedaan sifat-sifat perempuan pada umumnya. Menurut dia, perempuan memang lebih mudah mengontrol emosi. Mereka juga tidak segan berbagi cerita saat mendapat masalah. Menurut dia, cara itulah yang mampu menekan potensi depresi.

Pewarta: Silvi
Copy Eitor: Dwi Lindawati
Penyunting: Bayu Mulya