PSI Sodorkan 12 Nama Cawapres dan Camen, Peneliti Ini Bilang Begini

PSI Sodorkan 12 Nama Cawapres dan Camen, Peneliti Ini Bilang Begini

Bahkan, partai di bawah komando mantan presenter tv, Grace Natalie ini juga ikut menyodorkan sejumlah nama-nama calon pengisi kabinet Jokowi atau calon menteri (camen) untuk pemerintahan berikutnya.

Menanggapi hal itu, peneliti senior Formappi Lucius Karus mengatakan, langkah politik yang dilakukan oleh PSI sebetulnya biasa-biasa saja. Karena hal itu juga kerap dilakukan oleh sejumlah lembaga survei.

“Lembaga survei lain juga sudah sering mengutak-atik nama-nama tokoh yang dianggap bisa mendampingi Joko Widodo dalam Pemilu mendatang. PSI juga sebenarnya menyebut nama-nama tokoh tersebut berdasarkan polling yang mereka lakukan,” ujar Lucius Karus, Jumat (30/3).

Karena itu, menurut Lucius, tak perlu menanggapi apa yang dilakukan PSI ini sebagai aksi politis yang luar biasa. Sebab, memang sudah waktunya meramaikan wacana bursa cawapres untuk pilpres 2019.

Apalagi, lanjut Lucius, sejak awal PSI yang merupakan parpol baru itu, sudah menyatakan dukungan kepada Jokowi untuk maju di Pilpres 2019.

“Saya pikir sah-sah saja, kalau PSI mengusulkan nama-nama itu. Karena urusan nama itu diterima atau tidak ya kembali lagi pada Jokowi,” paparnya.

Lucius mengatakan ini tentu sangat membantu proses persiapan sekaligus pengenalan dan sosialisasi kandidat ke publik.

Diketahui, pada pemilu 2019 mendatang, merupakan sejarah bagi bangsa Indonesia karena menggelar pemilu legislatif bebarengan dengan pemilihan presiden. Hal ini tentunya merupakan pengalaman perdana pemilu serentak.

“Jadi wajar saja jika partai-partai maupun figur-figur nampak kagok untuk menentukan sejak dini figur capres-cawapres mereka,” teranganya.

Lebih lanjut, Lucius menganggap pengusungan calon tak lagi dibebankan oleh persyatan ambang batas, maka sudah sewajarnya Parpol sebagai peserta pemilu harus segera menentukan figur yang akan diusung menjadi capres-cawapres.

“Harapannya kerja persiapan untuk mengikuti kontestasi termasuk sosialisasi kepada pemilih bisa sejak awal dimulai. Ini menguntungkan partai sekaligus membantu Partai untuk bisa memenangi Pemilu,” pungkasnya.


(dms/aim/JPC)