Proyek Kereta Gantung Kota Batu Kembali Disinggung

Masuk dalam RPJMD, Dewan Wajibkan Keterlibatan Investor

Cahyo Edi Purnomo

KOTA BATU – Lama tak terdengar gaungnya, kelanjutan proyek kereta gantung di Kota Batu kembali mencuat. Penetapan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 2018–2022 yang dilakukan beberapa waktu lalu menjadi dasarnya. Dalam lampiran dokumen lima tahunan itu, proyek kereta gantung memang kembali disinggung. Bersanding dengan proyek prestisius lainnya, seperti pembangunan Pasar Batu.

Ketua DPRD Kota Batu Cahyo Edi Purnomo lantas memberi catatan khusus untuk proyek kereta gantung.

”Kereta gantung ini keinginan yang bagus sebagai penunjang fasilitas umum (fasum) Kota Wisata. Namun, kalau pembangunannya menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), kami katakan no (tidak),” tegas dia.

Menurut dia, karena proyek tersebut membutuhkan modal besar, keterlibatan investor mutlak dibutuhkan.

”Kalau APBD hanya mendekati Rp 1 triliun digunakan itu (untuk kereta gantung, Red), ya habis. APBD hanya untuk masyarakat dan kelangsungan pemerintah,” imbuh Cahyo.

Agar terealisasi dalam tempo lima tahun mendatang, dia berharap pemkot Batu lebih inovatif dalam memikat calon-calon investor.

”(Kereta gantung, Red) ini kan sudah masuk dalam rencana pembangunan, lima tahun ke depan harus terealisasi. Lha kalau hanya merencanakan namun tidak direalisasikan buat apa, kan (dari rencana) sudah ada pola ukur yang tepat. Kalau merencanakan dan tidak ada realisasi ya hanya teori saja,” papar dia.

Untuk kelanjutan pembangunan Pasar Batu, politikus PDI Perjuangan ini juga memberi perhatian khusus.

”Pembangunan (Pasar Batu) ini memang tepat, karena untuk kepentingan bersama,” kata dia.

Dibangun sejak 1984, pasar tersebut memang belum mendapat sentuhan. Kondisinya pun makin kumuh. ”Ini dibutuhkan perencanaan yang matang juga, karena pasar punya luas 4 hektare,” sambung Cahyo.

Menanggapi permintaan dari kalangan dewan tersebut, Plt Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Kota Batu Endang Triningsih, mengaku siap menjalankan perencanaan yang sudah ada.

”Ya harapannya tahun ini lah (mulai dibangun Pasar Batu). Minimal mulai dialog (dengan pedagang), lalu perencanaannya bersama. Karena mereka (pedagang) yang menempati, mereka harus kami ajak bicara,” tambah Endang.

Menurut dia, tahap awal tersebut cukup penting. Karena dari dialog dengan pedagang, beberapa kesepakatan bisa didapat.

”Ini yang tidak mudah, karena harus ada bisnis plan-nya juga. Kalau soal desain bangunan, saya kira mudah. Tapi kalau bisnis plan, harus bisa mencari solusi agar pasar bisa bertahan untuk waktu yang lama,” tambah dia.

Pewarta: Aris Dwi
Penyunting: Bayu Mulya
Foto: Falahi Mubarok