Proyek Kereta Gantung Diinvestori Warga

KOTA BATU – Wacana pembangunan kereta gantung di Kota Batu terus bergulir. Terbaru, Pemkot Batu tengah mengkaji sejumlah opsi pembiayaan untuk merealisasikan wacana itu.

Sebelumnya, sempat ada peluang pembiayaan dari investor atau pihak ketiga. Belakangan, opsi tersebut mulai dikesampingkan. Kini pemkot membuka peluang agar pembiayaan bisa menggunakan dana dari masyarakat.

Ada rencana pembentukan koperasi. Sehingga masyarakat bisa berinvestasi atau meletakkan saham dalam pembangunan kereta gantung tersebut. ”Bukan iuran. Jadi, semacam badan yang berbentuk koperasi.

Paling tidak modelnya seperti saham, yang nantinya dimodali oleh seluruh warga,” kata Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko, kemarin (22/8). Dia mengakui bila sebetulnya sudah ada investor yang siap mendanai proyek tersebut.

Akan tetapi, karena ada permintaan dari masyarakat Kota Batu yang siap mendanai, akhirnya pemkot lebih memilih opsi tersebut. ”Investor untuk ini (kereta gantung) sudah ada sebetulnya.



Karena keinginan masyarakat untuk berkontribusi, jadi kami balik, investornya ya dari masyarakat Kota Batu,” jelas Dewanti. ”Dengan begitu, mereka (masyarakat) juga akan merasa memiliki fasilitas ini,” imbuhnya.

Bila rencana tersebut terealisasi, Dewanti berujar bila itu adalah yang pertama di Indonesia. ”Seperti kata presiden, kalau bisa digali dengan sumber dana yang lain (yang bukan dari APBD), kenapa tidak,” kata dia.

Sementara itu, terkait mekanisme penggalian dananya, Pemkot Batu kini sedang mengonsultasikannya dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pusat.

”Teknisnya bagaimana, OJK yang nantinya memberikan keputusan setelah mempelajari ini (draf rencana pembangunan kereta gantung). Ini mau dibuat semacam koperasi atau ini mau dibentuk seperti apa, masih menunggu kajian dari mereka dulu,” terangnya.

Di sela-sela menunggu hasil kajian dengan OJK tersebut, Pemkot Batu kini tengah mematangkan sejumlah persyaratan. Seperti syarat regulasi dan perizinannya.

”Regulasi, izin, dan apa semua persyaratannya diurus (dimatangkan) sekarang (tahun 2019) ini. Intinya sekarang kami fokus meletakkan dasarnya dulu. Terkait fisiknya belum ada dan itu belakangan,” kata Dewanti.

Dia juga menjelaskan bila tahap mengurus persyaratan dan regulasi itu membutuhkan waktu yang tidak sebentar. ”Syaratnya kereta gantung ini regulasinya sama dengan kereta api. Nah, kami (Pemkot Batu) dengan dinas perhubungan sedang melakukan (kepengurusan)-nya saat ini,” imbuhnya.

Terkait teknis rancangan sementara kereta gantung, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Batu M Chori menjelaskan bila ada tiga titik stasiun yang tengah disiapkan. Stasiun A akan diletakkan di Dusun Gangsiran Putuk, Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo.

Stasiun B atau stasiun penghubung rencananya berlokasi di Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu. Sedangkan Stasiun C rencananya ada di kawasan Panderman.

Meski sudah direncanakan, Chori menyebut bila penempatan stasiun tersebut masih sebatas rencana dan perlu kajian lagi. ”Ini proyek besar, jadi harus benar-benar matang dulu,” jelasnya. 

Pewarta : M.Badar Risqullah
Copy Editor : Amalaia Safitri
Penyunting : Bayu Mulya